VISI | Identitas dan Integrasi Nasional
Oleh Eneng Saina, Rismawati dan Nurhasah
AUDIENSI merupakan kegiatan observasi langsung atau wawancara secara langsung ke suatu tempat. Kebetulan pada mata kuliah PKN ini kami ditugaskan untuk melakukan audiensi atau observasi ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol.
Awal mula nama Kesbangpol adalah Sospol lalu seiring dengan berjalannya waktu ada perubahan kebijakan terkait nama dari awalnya Sospol menjadi Kesbangpol.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana urusan pemerintah bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri yang dipimpin oleh kepala badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretris daerah.
Dalam pelaksanaan audiensi dan observasi lapangan, kita harus mengirimkan surat tugas terlebih dahulu dari pihak kampus ke pihak Kantor Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik). Pada Senin 16 oktober 2023 kami mengirimkan surat ke pihak kesbangpol yang berada di Jalan Pamekaran, Kec. Soreang Kabupaten Bandung. Alhamdulilah kami telah menyampaikan surat dengan baik dan diterima dengan baik pula.
Pada hari Rabu dapat dilaksanakan audiensi bersama pihak kesbangpol dengan nara sumber Bapak Dadang Erawan S.E, yang mana beliau merupakan ketua dari bidang wawasan kebangsaan.
Di awal pembicaraan wawancara atau audiensi bapak menerangkan mengenai kelembagaan kesbangpol mulai dari susunan kelembagaan kepengurusannya, tupoksinya tujuannya dan yang lainnya.
Dikarenakan tema pembuatan makalah mengenai identitas dan integrasi nasional, maka kami juga menanyakan kepadanya mengenai identitas dan integrasi nasional dari sudut pandang kekesbangpolan.
Menurut penuturan atau pandangan Pak Dadang, mengenai identitas dan integrasi nasional digambarkan dengan agenda yang akan dilalui di tahun depan yaitu pemilihan serentak atau pesta demokrasi yang mana Kesbangpol ini mempunyai peran untuk menjaga kondusifitas acara pemilihan serentak tersebut di seluruh indonesia.
Kesbangpol beserta jajaran samping dan pihak keamanan yang lainnya bertugas untuk menjaga keamanan terutama kekondusifan acara pemilihan serentak tersebut. Peran ini, sangatlah penting dalam agenda tersebut dan jika tidak ada yang bertugas untuk mengatur atau memerankan tugas ini, mungkin agenda pemilihan serentak tersebut tidak akan berjalan lancar aman dan kondusif melainkan akan terpecah pecahkan sesuai dengan partai masing masing yang akan mengganggu keamanan pula karena akan mementingkan partai sendiri supaya bisa menang dengan cara apapun.
Dan lembaga Kesbangpol juga tidak akan bisa mengondusifkan masyarakat menjaga keamanan pada acara tersebut jika tidak dibantu oleh pihak pihak keamanan yang lainnya. Maka dari itu diperlukan kerjasama yang baik antar komponen keamanan supaya bisa mengamankan dan mengondusifkan acara pemilihan tersebut.
Makna dari penuturan Pak Dasang, bisa kita ambil hikmahnya atau konsepnya untuk identitas dan integrasi nasional yang mana kita semua ini merupakan suatu perangkat yang bertugas untuk menjaga keamanan kekondusifan lingkungan kita sendiri bukan hanya perangkat keamanan seperti polisi tentara linmas tapi kita juga mempunyai peran yang sama untuk menjaga keamanan kenyamanan lingkungan kita sendiri.
Kita harus senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila sebagai salah satu ciri atau identitas kita selain dari itu kita juga harus mempunyai kesadaran ataupun kekompakan meskipun kita berbeda beda latar belakang karena jika kita tidak ada kesadaran kita tidak bersatu maka kenyamanan keamanan dan ketenangan tidak akan pernah tercipta jika kita sebagai perangkat atau komponennya tidak bisa menjalankan tugas atau peran dengan baik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!