Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

VISI | Head To Head

ED
Kamis, 12 Juni 2025 | 06:53 WIB
Bagikan
VISI | Head To Head

Oleh Drajat

SALAH satu ciri peradaban yang maju adanya budaya dialog dan diskusi yang sehat. Dalam dunia pendidikan, budaya diskusi ilmiah seharusnya menjadi denyut utama kehidupan akademik. Namun, di negeri ini, praktik adu argumen yang sehat dan berbasis data kerap kali masih dianggap mengancam, memecah belah, bahkan memicu konflik personal. Perbedaan pendapat sering kali tidak dijawab dengan tulisan tandingan, melainkan dengan bisik-bisik di belakang, pembungkaman, atau bahkan upaya delegitimasi pribadi. Ini tentu menjadi ironi besar.

Padahal, dalam dunia akademik, head to head antaride adalah niscaya. Menyampaikan kritik berbasis data, argumen yang tajam, dan gagasan tandingan adalah bentuk tertinggi dari kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Sayangnya, sebagian besar pemangku kepentingan di bidang pendidikan belum cukup terbiasa dengan tradisi ini. Bahkan ada yang menganggap kritik sebagai ancaman terhadap kewibawaan, bukan sebagai pemicu refleksi dan perbaikan.

Sudah saatnya kita membangun kebiasaan baru: ketika ada tulisan yang mengkritik kebijakan pendidikan, jawabannya bukan dengan rasa tersinggung atau membalas secara personal, melainkan dengan tulisan lain yang lebih argumentatif. Itulah bentuk penghormatan tertinggi terhadap diskursus publik. Di sinilah para pemimpin pendidikan ditantang bukan hanya untuk mampu mengelola lembaga, tetapi juga mampu mengelola nalar dan emosi dalam ruang publik keilmuan. Budaya ini harus mulai ditanamkan dari institusi pendidikan: sekolah, kampus, lembaga pelatihan, hingga komunitas guru. Mahasiswa dan pelajar harus diajak berpikir kritis, bukan sekadar menghafal teori.

Guru dan dosen harus menjadi model bagaimana berdialog dalam perbedaan, bukan hanya menyampaikan kebenaran tunggal. Para pemimpin pendidikan, apalagi, harus membuka ruang partisipasi gagasan, bukan sekadar mencari afirmasi.

Dalam ekosistem pendidikan yang sehat, perbedaan pendapat bukanlah ancaman, tapi berkah. Sebuah bangsa besar tidak lahir dari barisan yang seragam pikirannya, tapi dari masyarakat yang mampu saling mengkritisi dengan cara yang santun, logis, dan argumentatif. Di sinilah pentingnya literasi nalar—kemampuan berpikir runtut, menyusun argumen, membaca data, dan menyampaikan pandangan secara elegan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.