VISI | Hari Ibu: Seremonial atau Momentum Bangkitkan Perempuan Berdaya?

ED
Senin, 22 Desember 2025 | 18:40 WIB
Bagikan
VISI | Hari Ibu: Seremonial atau Momentum Bangkitkan Perempuan Berdaya?

Oleh A. Rusdiana

  • Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat
  • Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur.
  • Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung
  • Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan 

PERINGATAN Hari Ibu setiap 22 Desember sering kali dimaknai secara simbolik: bunga, ucapan terima kasih, dan unggahan media sosial. Namun di balik itu, Hari Ibu sesungguhnya menyimpan pesan strategis tentang arah pembangunan bangsa. Tema Hari Ibu 2025 yang diusung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan peran perempuan.

Tema ini relevan dengan tantangan nasional saat ini. Indonesia sedang memasuki fase penting bonus demografi, di mana penduduk usia produktif mendominasi. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus ini bisa berubah menjadi beban. Di sinilah peran perempuan menjadi kunci. Perempuan yang berdaya secara pendidikan, ekonomi, dan kepemimpinan—akan menjadi penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Dalam dunia pendidikan, perubahan tersebut terlihat nyata. Di berbagai perguruan tinggi, termasuk program studi kependidikan dan manajemen pendidikan, jumlah mahasiswa perempuan semakin dominan. Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan untuk berinvestasi pada pendidikan tinggi. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa kehadiran mereka tidak berhenti pada angka partisipasi, melainkan berlanjut pada kualitas kontribusi.

Perempuan berdaya bukan sekadar perempuan yang terdidik, tetapi perempuan yang mampu mengelola pengetahuan menjadi keputusan dan karya. Dalam konteks pendidikan, karya itu bisa berupa kepemimpinan yang berintegritas, inovasi pembelajaran, pengelolaan lembaga yang profesional, serta keberanian menyuarakan keadilan dan inklusivitas. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk wajah pendidikan Indonesia menuju 2045.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.