VISI | Hari Ibu: Seremonial atau Momentum Bangkitkan Perempuan Berdaya?

ED
Senin, 22 Desember 2025 | 18:40 WIB
Bagikan
VISI | Hari Ibu: Seremonial atau Momentum Bangkitkan Perempuan Berdaya?

Makna “berkarya” juga perlu dimaknai secara luas. Berkarya tidak selalu identik dengan prestasi besar atau jabatan tinggi. Mengabdi sebagai pendidik yang konsisten, mengelola sekolah dengan penuh tanggung jawab, atau mendampingi generasi muda agar tumbuh berkarakter adalah bentuk karya yang berdampak panjang. Banyak perempuan menjalani peran ini secara senyap, tetapi kontribusinya menentukan kualitas generasi bangsa.

Hari Ibu seharusnya menjadi momentum untuk menggeser cara pandang masyarakat. Ibu dan perempuan tidak lagi ditempatkan hanya sebagai pelengkap pembangunan, tetapi sebagai aktor utama. Perempuan membawa nilai empati, ketelitian, dan ketangguhan—karakter yang sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan masa depan, terutama di sektor pendidikan dan sosial.

Menuju Indonesia Emas 2045, tantangan global semakin kompleks: disrupsi teknologi, krisis moral, dan ketimpangan sosial. Menghadapi semua itu, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan etis. Di sinilah peran perempuan berdaya dan berkarya menemukan relevansinya.

Hari Ibu, dengan demikian, bukan hanya tentang masa lalu dan pengorbanan, tetapi tentang masa depan dan harapan. Memberdayakan perempuan hari ini berarti menyiapkan Indonesia yang lebih adil, kuat, dan berkelanjutan di tahun 2045.***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.