Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Dibutuhkan Guru Koruptor!

ED
Senin, 18 Agustus 2025 | 04:52 WIB
Bagikan
VISI | Dibutuhkan Guru Koruptor!

Bagaimana strategi menjadi “Guru Koruptor?” Pertama, teladan pribadi yang konsisten. Nilai tidak bisa diajarkan hanya lewat kata-kata. Guru harus menjadi model hidup integritas, disiplin, dan kepedulian.

Kedua, dialog terbuka dengan murid. Jangan hanya memberi ceramah moral, tapi ajak murid berdiskusi tentang fenomena sosial—termasuk korupsi—dengan bahasa yang bisa mereka pahami.

Ketiga, pembelajaran berbasis proyek sosial. Misalnya, proyek kebersihan lingkungan, gerakan literasi, atau penggalangan bantuan untuk yang membutuhkan. Proses ini menanamkan rasa peduli dan tanggung jawab.

Keempat, mengangkat tokoh inspiratif. Tunjukkan bahwa masih banyak orang jujur yang sukses dan dihormati, meski mungkin tidak kaya raya.

Kelima, menumbuhkan rasa malu dan rasa bangga yang sehat. Malu untuk melakukan yang salah, bangga untuk melakukan yang benar. Budaya korup tidak lahir tiba-tiba. Ia tumbuh dari pembiaran pada hal-hal kecil: mencontek, memalsukan tanda tangan, mencari jalan pintas, hingga akhirnya menjadi “normal” di mata anak-anak.

Guru “koruptor” versi ini bertugas memutus rantai itu sedini mungkin. Mengambil “bibit” kebiasaan buruk dari pikiran murid sebelum tumbuh besar, lalu menanamkan “bibit” kebaikan.

Bayangkan jika setiap guru di negeri ini berperan demikian. Dalam satu dekade, kita tidak hanya akan memiliki generasi cerdas, tetapi juga generasi yang sulit disuap, enggan mencuri, dan merasa terhormat dengan kejujuran.

Negeri ini tidak butuh koruptor yang merampok uang rakyat. Negeri ini butuh Guru Koruptor—pencuri kemalasan, pencuri kebodohan, pencuri kebencian. Koruptor yang satu ini justru harus dilindungi, didukung, dan diperbanyak.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.