VISI | Dibutuhkan Guru Koruptor!
Oleh Drajat
BELAKANGAN ini, negeri yang sering dibanggakan karena kaya akan sumber daya alam justru semakin terlihat miskin dalam satu hal: sumber daya manusia yang berhati emas. Kekayaan alamnya melimpah, tapi hati nurani sebagian pemimpinnya seperti mengalami defisit berat.
Kita menyaksikan praktik-praktik yang membuat miris: kebijakan publik yang semena-mena, komentar pejabat yang seolah mempermainkan perasaan rakyat, bahkan tindakan yang jelas-jelas melukai keadilan publik. Dari tanah rakyat yang nyaris disita tanpa alasan jelas, sampai tabungan yang dibekukan dua bulan hanya untuk kemudian diakui “hanya candaan”. Belum lagi praktik korupsi yang terus saja menghiasi layar berita, seakan sudah menjadi rubrik rutin.
Yang lebih tragis, pelakunya masih bisa tersenyum, berpose di depan kamera, seakan-akan semua baik-baik saja. Bahkan, ada pemimpin daerah yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan hingga 250% sambil menantang rakyatnya sendiri. Sungguh, negeri ini seperti sedang sakit berat.
Bagi seorang guru, semua fenomena ini bukan sekadar berita. Ia adalah bahan refleksi, cermin tentang pekerjaan rumah terbesar kita di dunia pendidikan: membentuk manusia dewasa yang bertanggung jawab pada diri, lingkungan, dan bangsanya.
Suatu hari penulis berbincang santai dengan murid-murid di kelas, membicarakan cita-cita. Lalu, seorang murid berkata dengan polos, “Pak, saya ingin jadi koruptor. Enak, kan? Bisa merampok uang rakyat triliunan, masih bisa ketawa, bahkan kekayaannya tidak disita.”
Ucapan itu membuat penulis terdiam. Bukan karena kaget bahwa murid bercita-cita buruk, tapi karena sadar: di balik candaannya, ada realitas yang ia lihat, ia dengar, dan ia yakini sebagai “logika dunia orang dewasa.” Dan di sinilah letak tantangan terbesar seorang guru. Maka lahirlah ide ini: Indonesia butuh “Guru Koruptor.” Bukan guru yang mencuri uang sekolah atau memalsukan laporan, melainkan guru yang berani mengkorupsi hal-hal buruk di masyarakat dan menggantinya dengan nilai-nilai luhur.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!