Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Bersihkan Atapnya Dulu!

ED
Jumat, 4 Juli 2025 | 11:46 WIB
Bagikan
VISI | Bersihkan Atapnya Dulu!

Beberapa solusi yang bisa dilakukan: Pertama, audit kepemimpinan pendidikan secara berkala. Evaluasi menyeluruh terhadap para pemimpin lembaga pendidikan harus dilakukan, tidak sekadar administratif, tapi juga berdasarkan penilaian dari bawahannya, guru, bahkan komunitas.

Kedua, regenerasi pemimpin Pendidikan. Berikan kesempatan kepada pendidik muda potensial untuk tampil. Jangan sampai jabatan hanya berpindah antar kelompok elit yang itu-itu saja.

Ketiga, Pendidikan Kepemimpinan yang Visioner. Calon pemimpin sekolah harus dibekali pelatihan berbasis praktik lapangan, bukan hanya teori.

Keempat, keterlibatan publik dan transparansi. Libatkan masyarakat dalam proses penilaian dan pengawasan. Lembaga pendidikan adalah milik bersama, bukan milik elite birokrasi semata.

Jika kita ingin dunia pendidikan Indonesia melahirkan generasi emas, maka mulailah dari atas. Bersihkan atapnya, kuatkan strukturnya, dan pastikan tidak ada kebocoran nilai dalam kepemimpinan. Hanya dengan begitu, kita bisa melihat lantai pendidikan kita berkilau, tidak hanya bersih dari debu, tapi juga kuat menopang masa depan bangsa.

Mari kita hentikan budaya “asal tunjuk”, “asal dekat”, atau “asal loyal” dalam memilih pemimpin pendidikan. Karena lembaga pendidikan bukan tempat bereksperimen dengan ketidaktahuan. Ia adalah tempat membentuk masa depan bangsa.

Dan masa depan itu tidak boleh dipegang oleh tangan-tangan yang kotor oleh debu kekuasaan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.