VISI | Bersihkan Atapnya Dulu!
Oleh Drajat
BAYANGKAN seseorang sibuk menyapu, mengepel, dan mengelap lantai agar bersih mengilap. Setiap hari ia mengulangi aktivitas itu dengan penuh semangat. Tapi anehnya, lantai selalu kotor. Debu tak henti-hentinya jatuh, kotoran muncul entah dari mana, dan kerja kerasnya seakan sia-sia. Rupanya, ada satu hal yang ia lupakan: atap rumah bocor dan penuh debu.
Begitulah perumpamaan yang pas untuk menggambarkan kondisi lembaga pendidikan saat ini. Betapa sering kita fokus pada memperbaiki proses pembelajaran di kelas, pelatihan guru, pembaruan kurikulum, bahkan pembangunan infrastruktur. Namun, kita lupa membenahi atap utama dalam institusi pendidikan: para pemimpinnya.
Pemimpin pendidikan adalah pusat kendali. Jika atapnya rapuh, bocor, atau berdebu, maka sebersih apa pun lantai pendidikan kita benahi, tetap akan kotor juga. Maka, tak berlebihan bila dikatakan, sebelum membereskan lantai, bersihkan dulu atapnya!
Lembaga pendidikan sejatinya adalah kawah candradimuka bagi lahirnya sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Namun, segala upaya ke arah itu akan mandek jika di pucuk pimpinan berdiri sosok yang tidak paham esensi pendidikan, atau lebih buruk lagi: hanya menjadikan pendidikan sebagai batu loncatan karier dan kepentingan pribadi.
Pemimpin pendidikan sejati bukanlah mereka yang hanya mahir merancang program, pandai membuat proposal, atau lihai berbicara di hadapan publik. Lebih dari itu, mereka harus: Memahami dinamika di lapangan secara nyata, mepunyai visi jangka panjang pendidikan, mampu menggerakkan dan membangun kultur belajar di lembaganya, serta memberi teladan dalam etika, tanggung jawab, dan semangat belajar.
Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua pemimpin pendidikan memiliki kualitas tersebut. Banyak di antaranya yang naik ke jabatan karena faktor politik, nepotisme, atau pertimbangan pragmatis lainnya. Alhasil, apa yang terjadi di bawah sering tak sejalan dengan semangat pendidikan itu sendiri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!