VISI | Belajar Pada Kang Emil
Hari esok memang gaib. Tak seorang pun tahu,” Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” (QS. Lukman : 34). Sejak kekalahannya di Pilgub Jakarta, Kang Emil pun diterpa isu tak sedap, sosok perempuan Lisa Mariana muncul di publik mengaku punya hubungan asmara hingga punya anak. Di akhir tahun 2025 publik dikejutkan dengan adanya berita gugatan cerai dari istrinya Atalia Praratya (Bu Cinta) sebab Kang Emil dan Bu Cinta dikenal sebagai couple goal. Kang emil pun diisukan punya hubungan Asmara dengan perempuan lain selain Lisa. Banyak warganet, terutama kaum ibu, mendadak panik dan berbondong-bondong menelusuri jejak digital mereka di akun Kang Emil.
Aksi masif ini bukan tanpa alasan. Para ibu ini berupaya keras menghapus komentar-komentar lama mereka yang berisi harapan agar suami mereka memiliki perilaku, khususnya dalam hal romansa dan kesetiaan, yang mirip seperti Ridwan Kamil saat ia masih sering menunjukkan kemesraan dengan sang istri, Atalia Praratya.
Upaya penyelamatan jejak digital ini terekam jelas dalam sebuah unggahan video di Instagram milik pengguna akun @handayani1507. Video tersebut memperlihatkan suasana panik mencari dan menghapus komentar-komentar lama.
“Semoga doaku belum malaikat acc soalnya saking ngefansnya komenku banyak sekali,” tulis @handayani1507 dikutip Beritasatu.com, Minggu (28/12/2025). Konten panik ini langsung disambut tawa oleh warganet lain, menciptakan dinamika percakapan yang kocak dan viral.
Hari Ini Kang Emil tidak lagi sedang jadi sosok idola banyak orang, sebaliknya kang Emil sedang jadi sosok pelajaran banyak orang. Bergilirnya waktu dari malam ke siang, siang ke malam. Juga Bergilirnya masa kejayaan menjadi kehancuran, semua itu adalah Kuasa Allah. Bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya. Allah Berkuasa atas segala sesuatu. Allah Mampu Mengubah segalanya. Dari sosok Kang Emil terkhusus bagi para politisi pembelajarannya adalah bahwa citra bisa dibangun tetapi kepercayaan tidak bisa direkayasa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!