Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | AS Bidik Langit RI! Proposal Overflight Picu Sorotan

ED
Rabu, 15 April 2026 | 05:47 WIB
Bagikan
VISI | AS Bidik Langit RI! Proposal Overflight Picu Sorotan

Oleh Dede Farhan Aulawi

USULAN izin lintas udara (overflight) militer dari Amerika Serikat di atas wilayah Indonesia kembali mengemuka sebagai isu yang tak sekadar teknis, melainkan sarat dimensi strategis. Di balik istilah diplomatis itu, tersimpan persoalan mendasar: sejauh mana negara berdaulat bersedia membuka ruang udaranya di tengah pusaran rivalitas global yang kian mengeras.

Bagi Indonesia, wilayah udara bukan sekadar ruang kosong di atas kepala. Ia adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan negara. Prinsip ini ditegaskan dalam Konvensi Chicago 1944 yang menyatakan bahwa setiap negara memiliki kontrol penuh dan eksklusif atas ruang udaranya. Karena itu, memberikan izin kepada militer asing untuk melintas tidak bisa dipandang sebagai prosedur administratif biasa. Ia adalah keputusan politik dengan implikasi luas—baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Dalam praktiknya, setiap kebijakan yang menyentuh kedaulatan selalu berhadapan dengan persepsi publik. Izin overflight, jika tidak dijelaskan secara transparan, berisiko menimbulkan anggapan bahwa negara tengah melonggarkan prinsip non-intervensi yang selama ini dijaga. Apalagi jika tidak terlihat secara gamblang manfaat langsung bagi kepentingan nasional.

Di tingkat global, posisi Indonesia semakin kompleks. Kawasan Asia Tenggara kini menjadi salah satu titik temu kepentingan dua kekuatan besar dunia: Amerika Serikat dan Tiongkok. Dalam konteks ini, setiap langkah kebijakan berpotensi dibaca sebagai sinyal keberpihakan. Izin lintas udara bagi militer AS, betapapun teknisnya, dapat dimaknai sebagai gestur strategis yang memicu respons dari Beijing.

Risikonya tidak kecil. Tekanan diplomatik bisa meningkat, baik secara terbuka maupun terselubung. Indonesia juga berpotensi terseret dalam dinamika konflik proksi yang selama ini dihindari. Lebih jauh, posisi Indonesia sebagai “penyeimbang” di kawasan—yang selama ini menjadi kekuatan diplomatik utama—bisa tergerus.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.