VISI | AS Bidik Langit RI! Proposal Overflight Picu Sorotan

ED
Rabu, 15 April 2026 | 05:47 WIB
Bagikan
VISI | AS Bidik Langit RI! Proposal Overflight Picu Sorotan

Di sisi lain, persoalan keamanan nasional tak kalah krusial. Overflight militer tidak selalu identik dengan misi damai. Di dalamnya terdapat kemungkinan aktivitas pengumpulan data intelijen, pemetaan strategis, hingga dukungan terhadap operasi militer regional. Tanpa pengawasan ketat, ruang udara Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang berada di luar kendali nasional.

Kerentanan ini menjadi semakin relevan mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di jalur strategis lalu lintas global—baik laut maupun udara. Setiap celah dalam sistem pengawasan berpotensi dimanfaatkan, bukan hanya oleh satu pihak, tetapi juga oleh aktor lain yang berkepentingan.

Secara hukum, Indonesia sebenarnya memiliki landasan yang cukup kuat. Regulasi seperti UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan UU Pertahanan Negara mengatur secara tegas mekanisme perizinan lintas udara, termasuk bagi kepentingan militer. Dalam kerangka ini, setiap izin harus melalui persetujuan pemerintah, koordinasi dengan otoritas pertahanan, serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Tanpa mekanisme tersebut, kebijakan berpotensi menabrak hukum nasional sekaligus memicu resistensi publik. Di era keterbukaan informasi, keputusan strategis yang diambil secara tertutup justru berisiko melemahkan legitimasi pemerintah itu sendiri.

Dampak lain yang tak kalah penting adalah terhadap stabilitas kawasan. Sebagai salah satu pilar utama ASEAN, Indonesia memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan regional. Kebijakan yang membuka ruang bagi aktivitas militer asing dapat memicu efek domino—negara lain mungkin mengambil langkah serupa, mempercepat proses militerisasi kawasan yang selama ini dihindari.

Namun demikian, menutup pintu sepenuhnya juga bukan tanpa konsekuensi. Kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat selama ini memberikan sejumlah keuntungan: peningkatan kapasitas militer, akses terhadap teknologi mutakhir, hingga penguatan daya tangkal. Dalam konteks tertentu, kerja sama semacam ini justru diperlukan untuk menghadapi ancaman non-tradisional yang kian kompleks.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.