VISI | Akhlakul Karimah
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Al-Qalam: 4). Akhlak yang mulia merupakan tolak ukur utama dalam menilai tingkat keimanan seseorang.
Bahkan Nabi kita Shallallahu „Alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau mengatakan:
حُضٍََُّْللاَِّانْخُهُكََِو مْىيََت
“Bertaqwa kepada Allah dan berakhlak dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Salah satu alasan diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT di Arab tidak lain untuk membenahi akhlak masyarakat pada masa itu. Hal ini disebutkan dalam hadits. بنِ حََِلَص .“اِلْ خْ َلقُُُِِ:َ ٍْ ثِيَع سيسحَأ ل بلََه َلََبلََزصىلُ هًََّّللاَََِّص هََّللاَُّيْهِ صهَّ ىََع ب:َ”و عِثتََُإًََِّ ًِّت ىََث
Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik. (HR. Ahmad 2/381).
Mengenai akhlak Nabi SAW, Siti Aisyah radhiyallahu anha menjawab:
بٌآٌ هُمََُك هَُخُانْمُسْ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!