VISI | Akhlakul Karimah
Menurut Abuddin Nata akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mendalam dan tanpa pemikiran, namun perbuatan tersebut telah mendarah daging dan melekat dalam jiwa, sehingga saat melakukan perbuatan tidak lagi memerlukan pertimbangan dan pemikiran.
Akhlakul Karimah adalah Akhlak yang baik dan terpuji yaitu suatu aturan atau norma yang mengatur hubungan antar sesama manusia dengan tuhan dan alam semesta.
Akhlak mahmudah (akhlak terpuji) atau disebut pula dengan akhlak al karimah (akhlak yang mulia). Temasuk akhlak al karimah antara lain adalah ridha kepada Allah, cinta dan beriman kepada-Nya, beriman kepada malaikat, kitab Allah, Rasul Allah, hari kiamat, takdir Allah, taat beribadah, selalu menepati janji, melaksanakn amanah, berlaku sopan dalam ucapan dan perbuatan, qana‟ah (rela terhadap pemberian Allah), tawakkal (berserah diri), sabar, syukur, tawadhu‟ (merendahkan diri), berbakti kepada kedua orang tua, dan segala perbuatan yang baik menurut pandangan atau ukuran Islam.
Jenis Akhlakul Karimah
Akhlakul karimah lainnya adalah akhlak yang terpuji baik yang langsung terhadap Allah dengan melaksanakan ibadah yang wajib maupun yang sunah, dan melaksanakan hubungan yang baik terhadap sesama manusia yang meliputi antara lain :
- Husnudzhan hablumminallah wahablumminannas ( Hubungan Baik Kepada Alloh dan Hubungan Baik Sesama Manusia ).
- Qanaah yaitu menerima segala pemberian Allah SWT.
- Ikhlas yaitu melaksanakan sesuatu perbuatan yang baik hanya karena Alllah SWT.
- Sabar yaitu menerima pemberian dari Allah baik berupa nikmat maupun berupa cobaan.
- Istiqomah yaitu teguh pendirian terhadap keyakinannya.
- Tasammuh yaitu memiliki sifat tenggang rasa, lapang dada, dan memiliki sifat toleransi.
- Ikhtiar yaitu berusaha atau kerja keras untuk mencapai tujuan.
- Berdoa yaitu memohon kepada Allah.
Selain itu, dalam QS. Al-Baqarah/2: 177 yang artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!