VISI | 1 Muharram
Peristiwa hijrah menjadi titik tolak lahirnya peradaban Islam yang lebih kuat, inklusif, dan berdampak luas. Dari sinilah Islam bukan saja mengandung ajaran yang hanya berisi ibadah secara personal, bukan pula sekedar gerakan kultural tetapi juga ibadah sosial dan gerakan struktural.
Islam bukan saja mengajarkan bagaimana hubungan manusia dengan Allah tetapi juga mengajarkan bagaimana menata hidup yang baik sebagai mahluk sosial. Dari sini pula seorang muslim bukan saja harus saleh secara individual tetapi juga harus saleh secara sosial.
Dalam kehidupan sehari-hari, spirit hijrah bisa diwujudkan dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, membangun hubungan sosial yang lebih sehat, hingga memilih gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Setiap individu punya peluang untuk berhijrah—meski tak harus melintasi padang pasir, cukup dengan melintasi batas-batas diri sendiri.
Sayangnya, perayaan Tahun Baru Hijriah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik pawai obor, pengajian akbar, atau sekadar hiasan kalender. Padahal, yang paling dibutuhkan adalah pemaknaan yang lebih dalam. Hijrah adalah proses internal yang sunyi tapi berdampak nyata. Ia tak butuh sorotan, tapi butuh keteguhan dan komitmen pribadi untuk terus menjadi lebih baik. Dan semoga saja kita bisa !
Akhirnya saya ucapkan “Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga hati semakin dekat dengan Allah, hidup pun semakin penuh makna dan jadi pribadi yang lebih baik”.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!