VISI | 1 Muharram

ED
Rabu, 17 Juni 2026 | 22:48 WIB
Bagikan
VISI | 1 Muharram

Oleh Idat Mustari

BOLEH jadi, tidak sedikit  orang Islam di negeri ini,  tahu atau sadar bahwa tanggal 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam di tahun ini (2026) karena lihat kalender tanggal 16 Juni 2026 berwarna merah. Dan memang realitanya bahwa umat Islam di sini lebih familiar dengan kalender Masehi ketimbang kalender Hijriah. Terlebih-lebih moment pergantian tahun baru Islam tidak seheboh pergantian tahun baru masehi.Tidak ada kembang api, tidak ada arak-arakan. 

Jika pun 1 Muharram diperingati, diacarakan biasanya diadakan di masjid-masjid dalam bentuk kegiatan keagamaan, seperti pengajian akbar, istighosah, pawai obor, dan santunan anak yatim. Di berbagai daerah di Indonesia, momen ini juga dirayakan dengan tradisi budaya khas, seperti Tabuik di Pariaman serta Kirab Pusaka dan Tradisi Mubeng Beteng di Jawa.

Padahal di 1 Muharram ada makna yang sangat dalam, dimana kita sebagai umat Islam diajak untuk kembali mengingat sejarah perjalanan Rasulullah saw di masa lalu. Memori umat Islam diingatkan kembali pada masa silam agar tidak lupa akan sebuah peristiwa. Bahwa di bulan Muharram ada peristiwa besar yakni hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Yang kata Alm Cak Nur (Nurchalis Madjid), Hijrah bukan sekadar perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah _turning_ _point_ (titik balik) pejuangan Rasulullah SAW dari fase penanaman moral di Makkah, menuju pembentukan masyarakat politik. Karena itu nama kota tempat beliau berhijrah,Yatsrib, beliau rubah menjadi Madinah, yang maknanya ialah kota dalam pengertian tempat peradaban, hidup beradab,berkesopanan dan teratur dengan hukum-hukum yang ditaaati oleh semua warga. Nama lengkapnya ialah Madinat al-Rasul artinya kota Rasul. Peristiwa itulah yang kemudian dijadikan titik pijak perhitungan kalender Islam, oleh-dijaman Umar Bin Khatab Ra.

Tentu saja , harapan utama dari peringatan 1 Muharram sebagai media menginjeksikan ingatan-ingatan tentang nilai kejuangan. Tentang sebuah epos dalam fragmen sejarah kenabian yang telah mencapai puncak-puncak keadaban itu. Menghidupkan memori hijrah sebenarnya media  menghidupkan narasi spirit masa lampau.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.