Viral Video Ojol Tangkap Terduga Begal di Bandung, Begini Faktanya
Video viral ojol ngaku tangkap begal di Kabupaten Bandung./tangkap layar akun Intagram.
VISI.NEWS - Video yang memperlihatkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menangkap orang yang diduga begal di Kabupaten Bandung viral di media sosial. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, peristiwa tersebut dipastikan hanya kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara musyawarah.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang diamankan oleh sejumlah pengemudi ojol dan dibawa ke depan Mapolsek Baleendah. Para terduga pelaku tampak duduk berjejer tanpa memberikan pernyataan.
Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dengan narasi bahwa mereka merupakan pelaku begal yang membawa senjata tajam.
"Pak Dedi, Pak Dedi yeuh (ini) tah sampah masyarakat beunang (ketangkep) Pak Dedi. Tah barudak leutik keneh geus marawa (semua masih anak kecil sudah bawa) samurai, ngaresahkeun (meresahkan). Ningali beungeutna kadieu hey (lihat mukanya semua sini hey)," ujar pengunggah video.
Kapolsek Baleendah, AKP Hendri Noki Nurmansyah, membenarkan adanya penangkapan terhadap empat orang yang diduga sebagai pelaku begal oleh sejumlah pengemudi ojol. Setelah diamankan, mereka dibawa ke Mapolsek Baleendah dan dibuatkan video yang kemudian viral di media sosial.
"Jadi ojol itu nangkap di Ciparay, nah peristiwa diduga begal itu TKP awalnya di Bojongsoang. Terus dibawa ke Polsek Baleendah sama ojol itu, terus bikin video di kantor kami. Katanya bahwa ini begal, bawa senjata tajam," kata Hendri dalam keterngannya dikutip, Sabtu (25/7/2026).
Hendri mengatakan narasi dalam video tersebut tidak disertai barang bukti yang mendukung dugaan adanya tindak pidana maupun kepemilikan senjata tajam.
"Seharusnya bikin video itu kalau ada sajamnya, ya tunjukin sajamnya sambil divideo. Ini mah kan nggak ada barang bukti sajamnya juga," katanya.
Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, para pengemudi ojol menduga rombongan tersebut membawa senjata tajam saat berkendara sehingga langsung melakukan pengejaran.
"Kata ojolnya mah sementara katanya para terduga pelaku begal itu lagi berkendara terus bawa samurai. Nah kalau samurainya dibuang, harusnya dibawa kan samurainya da pasti kelihatan kalau dibuang pas lagi dikejar mah. Soalnya sebagai bukti juga kan," jelasnya.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Baleendah, polisi tidak menemukan senjata tajam sebagaimana yang disebutkan dalam video.
"Setelah itu karena ada TKP-nya di Bojongsoang, sama anggota kami diserahkan ke Polsek Bojongsoang. Padahal pas di Polsek Baleendah pun kami periksa tidak ada senjata tajam (sajam)," ucapnya.
Hendri juga mengungkapkan dirinya sempat dihubungi terkait persoalan tersebut setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengetahui video yang viral di media sosial.
"Jadi, makanya maksud Pak KDM teh ngundang saya, ngundang orang tuanya, ngundang ojol, ya untuk klarifikasi gitu kan. Jadi saya juga kalau ke sana atas perintah Pak Kapolres dan Pak Kapolda," kata Hendri.
Ia menambahkan, klarifikasi diperlukan mengingat tuduhan yang beredar dapat berdampak terhadap pihak yang dituding.
"Ya, mungkin statement nanti orang tua bagaimana kalau dituduh. Nah, apakah bisa naik pencemaran nama baik? Apakah ya mungkin pengalaman sebagai orang tua kepada seluruh anak jangan sampai keluar malam," tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia membenarkan pihaknya menerima penyerahan empat orang tersebut dari Polsek Baleendah. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana.
"Iya ada penyerahan dari Baleendah. Tapi ternyata itu hanya kesalahpahaman saja dan sudah selesai," kata Undi.
Ia menegaskan tidak ada proses penahanan karena tidak ditemukan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Jadi enggak ada apa-apa, itu mah bukan kejadian pidana. Enggak ada yang ditahan, dikembalikan lagi," ungkapnya.
Undi juga mengaku telah memberikan penjelasan kepada pihak yang meminta klarifikasi, termasuk terkait informasi yang beredar mengenai dugaan aksi begal.
"Tadi juga Kapolres nanyain ke saya, ada juga KDM menghubungi. Tapi kan itu enggak ada apa-apa. Senjata tajam juga ngga ada," bebernya.
Menurut Undi, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui musyawarah yang melibatkan para terduga pelaku, orang tua masing-masing, serta pihak pengemudi ojol.
"Katanya di sangka bawa senjata tajam, tahunya enggak bawa apa-apa. Mereka harus tanggungjawab, akhirnya mereka klarifikasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!