Videotron Eri Cahyadi, Pengamat Politik: Relawan Keburu Takut ada Calon Kuat
"Artinya relawan Eri itukan kesusu (keburu-buru), terlalu cepat, wong dia end combined," jelasnya.
"Masih lebih berpotensi menang ya kan? Ini malah dan belum tahu siapa penantangnya kan? Belum ada penantangnya (Eri)," sambungnya.
Lebih lanjut Mubarok pun menjelaskan hal itu merupakan antisipasi Eri Cahyadi yang terlalu dini. Sebab, ia menilai ketakutan relawan ada calon yang kuat melawan Eri Cahyadi.
"Itu menunjukkan juga Eri, dia mengantisipasi terlalu dini, dia takut nanti ada calon yang kuat, sehingga dia harus jauh-jauh hari dalam tanda kutip 'mengkampanyekan dirinya', relawannya lah katakanlah relawannya," tuturnya.
Ia menambahkan relawan yang memasang videotron tersebut tidak menutup kemungkinan mempunyai hubungan yang baik dengan Eri Cahyadi. Entah, mungkin ikatan pertemanan lama atau mendapatkan keuntungan dari Eri.
"Logikanya loh, tiba-tiba masang gambarnya gak tahulah siapa, contoh untuk saya kampanye kan kalo saya gak ada punya hubungan baik kan ndak mungkin," ucapnya.
"Ya, atau ikatan pertemanan yang lama, tapi kalau dikatakan ikatan lama, apakah gak berat menyewa itu, itu tuh mahal banget kan," pungkasnya.@redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!