Ustadz Sopiana Hudri: Idul Adha, Momen untuk Memperbaiki Diri
VISI.NEWS | BALEENDAH - Amalan puasa 10 hari terakhir di bulan Dzulhijah pahalanya hanya bisa ditandingi oleh orang yang meninggal dunia ketika semua hartanya dihabiskan untuk di jalan Allah. Karena, amalan di 10 hari tersebut sama dengan jihad fisabilillah.
"Sebagaimana disampaikan Rasulullah kepada sahabatnya, tidak ada amalan yang paling baik, paling dicintai Allah ketika kita beramal di awal bulan Dzulhijah karena termasuk jihad fisabilillah," ujar Ustadz Sopiana Hudri, S.Pd.I., pada khutbah Idul Adha di Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (29/6/2023).
Orang itu jihad fisabilillah, kata Ustadz Sopiana, kemudian meninggal dunia dan hartanya habis semuanya baru amalan ini bisa menandingi amalan ketika kita di awal bulan Dzulhijjah mulai tanggal 1 sampai dengan hari ini tanggal 10 Dzulhijah berpuasa.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.
Idul Adha berasal dari bahasa Arab artinya kembali pada esensinya bahwa kita semua akan kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk berpulang, untuk diwafatkan oleh Allah, untuk dijemput oleh malaikat maut kan kita semua sesungguhnya akan mengalami kematian, kullu nafsin dzaikitul maut.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.
Allah Subhanahu wata'ala memberikan kesempatan kepada kita semua agar ketika kita dipanggil oleh Allah SWT dalam keadaan baik. Kesempatan itu dengan berpuasa di awal bulan Dzulhijjah dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Dzulhijah. Amalan itu bertingkat-tingkat. Ada yang langsung dipanggil oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji. "Walillahi alan nasi hijjul baiti man istato'a ilaihi sabila” yang artinya “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”.
Ada orang-orang yang dipanggil langsung untuk melakukan untuk melakukan ibadah haji. "Bacaan orang yang melakukan ibadah haji sama dengan saat orang akan berkurba. Bismillahi Allahu Akbar'.
Ketika seseorang akan melakukan kurban, kata Ustadz Sopiana, kalimat yang pertama dibacakan adalah kalimat Bismilahi Allahu akbar. "Begitu juga orang yang melakukan ibadah haji. Ketika akan tawaf, kalimat pertama yang dibacakan Bismillahi Allahu Akbar. Kemudian berangkat untuk melontar jumroh kalimat yang dibacakan juga Bismillahi Allahu Akbara".
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.
"Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil 'alamin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah SWT, " katanya.
Seseorang yang sudah melaksanakan ibadah haji semestinya mampu menjaga ketakwaan. Orang pulang berhaji adalah orang yang sudah bisa melepaskan keinginan-keinginan yang sifatnya duniawi. Orang yang sudah bisa membawa dirinya hanya mengikuti perintah dari Allah.
Di awal bulan Dzulhijjah ini Allah memerintahkan dengan berbagai tingkatan. Pertama untuk melakukan ibadah haji. "Orang yang bisa melakukan ibadah haji adalah orang yang bertakwa dan akan menjaga ketakwaannya," ungkapnya.
Kemudian yang kedua, katanya, seseorang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji, maka ada cara lain untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT yaitu dengan berkurban.
"Barang siapa yang punya kelapangan rezeki tapi dia tidak melakukannua, tidak berkurban maka jangan dekat-dekat dengan Kami. Kurban itu esensinya bukan hanya menyembelih hewan tetapi sesungguhnya sampai kepada Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seseorang berkurban maka hal yang dilakukan oleh orang yang melaksanakan kurban itu sama dengan orang yang melakukan ibadah haji ketika melewati tanggal 1 Dzulhijah. "Seorang yang berkurban dilarang memotong kukunya sebelum berkurban. Bagitu juga orang yang melaksanakan ibadah haji".
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.
Mari kita berjuang, beramal saleh, kemudian jadikanlah momen Idul Adha untuk memperbaiki diri kita. Untuk melipatgandakan pahala kita, menyiapkan pahala kita. Esensi dari Idul Adha bagaimana kita mempersiapkan kematian kita karena sabda Rasulullah, seseorang yang telah meninggal dunia akan dibawa ke tempat kuburan ada tiga hal yang akan menyertainya.
"Yang pertama, keluarganya, yang kedua hartanya, hanya ketiga yang akan kembali dan menemaninya di alam kubur, Apa itu? Amalan kita, pahala kita. Maka, mari kita masih ada waktu hari tasyrik tanggal 10 11 dan 12 13 Hijriah untuk memperbaiki diri. Untuk melindungi kita bahwa kita semuanya akan kembali kepada Allah SWT".
@alam
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!