Usai Kecelakaan Maut, 613 PKL Pasar Kramat Jati Direlokasi
Para pedagang ikan di bahu jalan Pasar Kramat Jati, Kamis (20/8/2026)./visi.news/Humas Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengerahkan personel gabungan untuk menangani kondisi di lokasi.
Sejak Selasa (18/8/2026) malam, Satpol PP, Dinas Perhubungan, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk menata kawasan tersebut.
"Untuk penanganan darurat, mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," ujar Munjirin.
Selain memindahkan posisi lapak, Pemkot Jakarta Timur juga memperketat aturan bagi pedagang ikan, terutama terkait aktivitas yang menyebabkan air dan limbah mengalir ke badan jalan.
Munjirin mengatakan, air bekas menyiram ikan maupun limbah cucian ikan yang mengalir ke aspal menjadi salah satu penyebab permukaan jalan licin.
"Jangan menyiram ikan dengan air dibiarkan mengalir di jalanan, tetapi harus pakai air siraman, wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," tutur Munjirin.
Ayah Korban Minta Penataan Tidak Sekadar Geser Lapak
Ayah korban, Eri Yusnovi (49), sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lokasi kecelakaan yang masih licin akibat aktivitas perdagangan ikan dan hasil laut.
Keluhan tersebut disampaikan Eri kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bertemu di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!