Usai Kecelakaan Maut, 613 PKL Pasar Kramat Jati Direlokasi
Para pedagang ikan di bahu jalan Pasar Kramat Jati, Kamis (20/8/2026)./visi.news/Humas Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Penataan PKL di kawasan Pasar Kramat Jati dilakukan setelah kecelakaan maut yang menewaskan HH (17) pada Senin (17/8/2026).
Saat kejadian, bahu jalan di sekitar kawasan Pasar Ikan Kramat Jati disebut licin akibat ceceran limbah dari aktivitas pedagang ikan dan hasil laut.
Korban yang mengendarai sepeda motor kemudian terjatuh di permukaan jalan yang becek dan licin. Setelah terjatuh, korban seketika terlindas truk sampah milik DLH DKI Jakarta.
Usai kecelakaan, bahu jalan yang sebelumnya licin akibat ceceran limbah ikan langsung dibersihkan petugas gabungan. Kondisi jalan kemudian tampak bersih dan kering.
Para PKL yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan juga disiapkan untuk direlokasi ke lokasi yang telah ditentukan.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono menyampaikan duka atas meninggalnya HH sekaligus meminta jajarannya memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum HH. Saya sudah meminta kepada jajaran terkait, terutama kepada wali kota dan juga kepada Satpol PP, yang begini tidak boleh terulang," kata Pramono saat berada di kawasan Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Pramono menegaskan bahwa potensi bahaya akibat jalan yang basah dan becek harus segera diatasi demi keselamatan pengguna jalan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!