USABC Dorong Penyelarasan Regional untuk Ekonomi Sirkular ASEAN

ED
Minggu, 30 November 2025 | 07:42 WIB
Bagikan
USABC Dorong Penyelarasan Regional untuk Ekonomi Sirkular ASEAN

VISI.NEWS | JOHOR — Untuk mempercepat transisi Asia Tenggara menuju ekonomi sirkular, US-ASEAN Business Council (USABC) terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Tujuannya adalah mengembangkan sistem Extended Producer Responsibility (EPR) yang praktis dan ramah investasi, khususnya dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup produk kemasan di seluruh kawasan.

Penerapan sistem EPR yang efektif di Asia Tenggara menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kompleksitas integrasi sektor informal pengelolaan sampah yang sangat besar, keterbatasan kapasitas serta dukungan institusional, dan kendala pembiayaan yang berkelanjutan. Selain itu, minimnya data sampah yang andal sangat menghambat penetapan target dan pengukuran kinerja, sehingga menyulitkan evaluasi dampak nyata dari upaya yang telah dijalankan.

“Kerangka EPR yang jelas, dapat diprediksi, diwajibkan pemerintah, dan dijalankan industri sangat penting untuk memperluas solusi ekonomi sirkular di ASEAN,” ujar Nugraheni Utami, Chief Country Representative untuk Indonesia, USABC. “Penyelarasan regional pada prinsip-prinsip inti, didukung pelaporan yang transparan, akan menciptakan kesetaraan bagi industri dan investasi dalam infrastruktur yang diperlukan guna membangun sistem EPR yang efektif dan inklusif serta mendorong hasil sirkular bagi kemasan.”

Seiring negara-negara anggota ASEAN meninggalkan model tradisional ‘ambil–buat–buang’, USABC menekankan pentingnya pendekatan terpadu. Standar yang selaras secara regional menumbuhkan kepercayaan bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam infrastruktur daur ulang lokal, didukung aturan yang jelas dan konsisten sehingga memungkinkan pergerakan dan pertukaran material antar pasar dengan lebih lancar.

“Kerangka EPR Malaysia yang akan datang merupakan peluang untuk membangun sistem multi-material yang praktis, mampu mendorong dampak lingkungan, dan memberikan kepastian investasi,” tambah Tina Jamaluddin, Chief Country Representative untuk Malaysia, USABC. “Prinsip-prinsip yang saling diakui antarnegara ASEAN, yang dipadukan dengan fleksibilitas nasional, akan mengurangi fragmentasi dan mendukung implementasi yang efisien di seluruh kawasan.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.