Unsoed Buka Suara soal 73 Kuota Kedokteran Jalur Mandiri 'Dijual' Rektor

Desi Rossilawati
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:35 WIB
Bagikan
Unsoed Buka Suara soal 73 Kuota Kedokteran Jalur Mandiri 'Dijual' Rektor

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)./visi.news/quipper.

  • Adhi Wiharto selaku pihak swasta.

  • Mulyono selaku pihak swasta.

  • Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, pada Agustus 2026, Norman diduga memerintahkan Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto untuk mematok harga Rp650 juta kepada setiap calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran.

    "Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp 650 juta," ujar Taufik saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

    Menurut KPK, calon mahasiswa baru yang telah membayar uang tersebut tidak mendapat kepastian lulus dalam seleksi mandiri. Setelah anak mereka tidak lulus, sejumlah orang tua kemudian meminta uang dikembalikan.

    KPK menyebut uang tersebut telah digunakan Dian dan Adhi untuk kepentingan pribadi. Norman kemudian diduga meminjam uang kepada Mulyono, yang merupakan keponakan Akhmad Sodiq, untuk mengembalikan uang kepada para orang tua.

    "Untuk mengembalikan uang atas peminjaman kepada pihak swasta itu, NAP melalui DMW, AW, dan MYN selaku pihak swasta sekaligus keponakan ASO, menjanjikannya dengan membayar melalui pencairan 3 paket proyek di lingkungan Unsoed, yaitu pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung," kata dia.

    "Paket pekerjaan itu telah selesai dikerjakan oleh CV milik MYN, yang selanjutnya untuk pencairan pembayarannya dialihkan ke pihak swasta dimaksud," lanjutnya.

    Halaman :

    Komentar (0)

    Tulis Komentar

    Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

    VisiNews Club

    Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

    Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.