Unsoed Buka Suara soal 73 Kuota Kedokteran Jalur Mandiri 'Dijual' Rektor
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)./visi.news/quipper.
VISI.NEWS - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memberikan penjelasan mengenai kuota 73 mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui jalur mandiri yang disebut dalam perkara dugaan pemerasan penerimaan mahasiswa baru (maba) yang menjerat Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo.
Juru Bicara Unsoed Edi Santoso mengatakan, mahasiswa yang menjadi objek penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak jadi masuk sebagai mahasiswa Unsoed.
"Kalau yang kemarin menjadi objek penyidikan KPK, mahasiswa tidak jadi masuk," kata Edi saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).
"Kalau dari penjelasan KPK, satu ortu/mahasiswa," lanjutnya.
Edi menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru di Unsoed memiliki tiga jalur, yakni jalur SNMPT, jalur prestasi, serta jalur SBMPT melalui tes dan SPMB mandiri atau seleksi lokal.
"Kan masuk ke Unsoed itu ada 3 jalur, ada jalur SNMPT, jalur prestasi kemudian SBMPT jalur tes dan ketiga SPMB mandiri atau seleksi lokal," ujarnya.
Menurut Edi, Fakultas Kedokteran Unsoed memiliki kuota keseluruhan sebanyak 245 mahasiswa dalam satu angkatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persen atau sekitar 73 mahasiswa merupakan kuota untuk jalur mandiri.
"Kemarin itu dari KPK menjelaskan dari kursi 245 itu 73 itu, kalau yang ditangkap publik kan dijual ya. Tapi gini, 73 kursi itu adalah kuota semua untuk jalur mandiri," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!