UNIBI Edukasi Orang Tua Dampingi Anak Hadapi Pubertas di Era Digital

Desi Rossilawati
Rabu, 1 Juli 2026 | 11:07 WIB
Bagikan
UNIBI Edukasi Orang Tua Dampingi Anak Hadapi Pubertas di Era Digital

Program Studi Ilmu Komunikasi UNIBI menggelar kegiatan PKM bersama Komunitas krea.ti.viti di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi, Dago, Kota Bandung, Sabtu (27/6/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Komunitas krea.ti.viti (Komunitas Perempuan Kreatif Indonesia) di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi, Dago, Kota Bandung, Sabtu (27/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Kegiatan ini mengangkat tema penting mengenai tantangan membesarkan anak di era modern, sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif kepada audiens tentang pentingnya mengenali, memahami, serta mendampingi anak dalam menghadapi masa pubertas sejak usia sekolah dasar (SD).

Dosen pendamping PKM, Dewi Christina Marbun, mengungkapkan bahwa anak-anak generasi Alpha saat ini menghadapi realitas pubertas yang jauh berbeda. Jika dahulu referensi pubertas sangat terbatas dari lingkungan sekitar atau media cetak, anak-anak zaman sekarang memiliki akses tanpa batas ke ruang digital.

"Pubertas saat ini datang lebih cepat, tidak hanya secara biologis tetapi juga secara sosiologis," ujar Dewi dalam keterangan tulis yang diterima VISI.NEWS, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram kerap menampilkan tren kecantikan, penggunaan produk perawatan kulit untuk orang dewasa, hingga gaya hidup yang belum sesuai bagi anak usia sekolah dasar. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kepercayaan diri dan membuat anak kesulitan beradaptasi dengan perubahan fisik mereka.

Selain itu, Dewi juga menyoroti fenomena medis seperti pubertas dini yang ditandai munculnya perkembangan seksual sekunder sebelum usia delapan tahun pada anak perempuan dan sebelum usia sembilan tahun pada anak laki-laki. Menurutnya, selain dipengaruhi faktor genetik dan status nutrisi seperti obesitas, paparan zat kimia dari produk kosmetik maupun skincare yang dipicu oleh tren media sosial turut andil mempercepat perkembangan pubertas ini. Ketika mengalami pubertas dini, anak rentan mengalami dampak psikososial seperti menurunnya rasa percaya diri.

Untuk membantu orang tua menghadapi kondisi tersebut, tim PKM Ilmu Komunikasi UNIBI memperkenalkan metode komunikasi interpersonal melalui formula 'PAHAM', yang terdiri atas lima langkah utama, yaitu:

P – Pahami Perasaan Anak: Mendengarkan anak tanpa menghakimi agar mereka merasa aman untuk bercerita.

A – Akui Perubahan yang Terjadi: Memvalidasi emosi anak dan tidak menganggap remeh kegelisahan mereka mengenai perubahan fisik.

H – Hadirkan Informasi yang Benar: Orang tua berperan sebagai gatekeeper utama dengan menyajikan edukasi sederhana yang valid dari literatur ilmiah atau konsultasi ahli, agar anak tidak mencari jawaban sendiri di internet.

A – Ajak Berdialog Secara Terbuka: Membangun komunikasi dua arah di mana orang tua siap menjawab pertanyaan canggung seputar perubahan tubuh tanpa terlihat panik.

M – Motivasi dan Dampingi: Memberikan dukungan emosional konsisten agar anak tetap percaya diri serta memantau penggunaan produk kecantikan yang aman dan sesuai dengan usia mereka.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi ice breaking, diskusi studi kasus, hingga tanya jawab bersama anggota Komunitas krea.ti.viti. Para peserta juga diajak merefleksikan pentingnya meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak tanpa gangguan penggunaan gawai.

Melalui kegiatan ini, Ilmu Komunikasi UNIBI berharap dapat membekali para orang tua di Kota Bandung dengan literasi media dan kemampuan komunikasi interpersonal yang kuat. Sebab pada akhirnya, masa pubertas pada anak tidak bisa dicegah, namun arah tumbuh kembangnya dapat didampingi dengan hadirnya komunikasi keluarga yang sehat.

"Sebab pada akhirnya, masa pubertas pada anak tidak bisa dicegah, namun arah tumbuh kembangnya dapat didampingi dengan hadirnya komunikasi keluarga yang sehat," demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.