Umat Nabi Langsung Masuk Neraka Vs Masuk Surga Tanpa Hisab?

ED
Senin, 6 Januari 2025 | 03:16 WIB
Bagikan
Umat Nabi Langsung Masuk Neraka Vs Masuk Surga Tanpa Hisab?

Oleh Gus Basir

AL-QUR'AN telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna adalah QS Al-Maidah ayat 3, yaitu:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu sekalian, dan telah Ku-cukupkan kepadamu sekalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu sekalian.

Ayat ini diturunkan oleh Allah SWT pada hari Jumat 9 Dzulhijjah tahun 10 H. di Arafah. Ayat ini membawa kabar gembira bagi kaum muslimin, namun juga mengisyaratkan kabar duka karena tugas Rasulullah sebagai pembawa risalah telah selesai. Tiga bulan setelah ayat ini diturunkan, Rasulullah wafat.

Begitu pula Nabi membawa Risalah dari Allah SWT dalam firman nya.

وما نرسل المرسلين الا المبشرين ومنذرين....الاية..

"Dan tidaklah kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan..

Dan banyak lagi firman Allah dalam penegasan terutusnya rasul pembawa kabar baik dan duka.

Untuk itu Nabi dalam menyiarkan Islam selalu mengikuti instruksi dari Allah melalui perantara malaikat jibril dalam menurunkan wahyunya.

Tidak semua informasi/kabar yang di terima untuk umatnya memberikan kebahagiaan namun ada pula kabar untuk umat dalam bentuk peringatan atau ancaman.namun itu semua demi kepentingan umat semata.

Sebelum penjelasan sebagian kecil kabar bahagia husus dalam perjalanan mulus menuju surga terlebih dahulu ada kabar peringatan terkait golongan yang mendapatkan ancaman masuk neraka tanpa lewat hisab ( penghitungan/pertanggung jawaban Amal )

Diriwayatkan oleh abu mansur ad dailami dari hadist sahabat Anas.R.A dalam kitab sirojut thalibin jilid 1 halaman 438-439 isinya:

ستة يعذبهم الله بذنوبهم يوم القيامة:الأمراء بالجور،والعلماء بالحسد والعرب بالعصبية، وأهل الاسواق بالخيانة والدهاقين بالكبر وأهل الرساتيق بالجهل.

"Nanti di hari kiamat ada enam golongan yang akan di siksa oleh Allah, Di masukan ke neraka ( tanpa lewat hisab ) sebab dosa mereka. diantaranya:

  1. Pemimpin sebab kedzaliman kepada rakyat.
  2. Ulama sebab iri dengki.
  3. Orang Arab ( pelosok/pedalaman)sebab panatik golongan.
  4. Ahli pasar/para pedagang sebab khianat dalam jual belinya.
  5. Kepala daerah sebab takabur pada warganya.
  6. Orang - orang desa yang/sebab bodoh akan ilmu agama.

Itulah golongan yang di ancam oleh Allah langsung masuk neraka tanpa di perhitungkan lagi amal nya.

Kemudian kabar nabi yang memberikan kebahagian untuk umat. Imam an-Nawawi menerangkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Rasulullah mendapatkan wahyu terait informasi umat yang masuk surga, beliau langsung menyampaikan kepada sahabat sahabatnya. Setelah menyampaikan kabar mengenai umatnya yang ada masuk surga tanpa hisab, Rasulullah SAW bangkit dan langsung memasuki kediamannya.

Orang-orang membicarakan siapa yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksaan.

Kata Imam an-Nawawi, sebagian dari mereka berkata, "Mungkin mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Rasulullah."

Ada juga yang mengatakan, "Mungkin mereka orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah."

Mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Begitu keluar, Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang baru saja kalian bicarakan?" Setelah menerima penjelasan, Rasulullah SAW bersabda, "Mereka orang-orang yang tidak pernah meruqyah, tidak meminta diruqyah, tidak meramal hal-hal buruk, dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal."

Keterangan tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab Pengobatan dan Imam Muslim dalam Bab Iman.

Sebagian lagi Dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi yang disyarah Musthafa Dib al-Bugha dkk dijelaskan, maksud bertawakal dalam hadits orang yang masuk surga tanpa hisab tersebut adalah bersandar kepada Allah SWT untuk mencapai keinginan dengan disertai ikhtiar. Sikap tawakal ini memiliki keutamaan yakni mendapatkan balasan yang baik di sisi Allah SWT.

"Keutamaan tawakal kepada Allah dan bersandar kepada-Nya semata dalam menghindari keburukan atau mengupayakan manfaat. Allah SWT telah menyiapkan balasan dan pahala bagi orang-orang yang bertawakal,"

Menegaskan bahwa setiap yang hidup akan mati, dan setiap yang mati akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang diperbuatnya di dunia. Setiap orang satu pun tidak ada yang luput dari hisab, baik buruknya nasib manusia di akhirat akan terlihat setelah di hisab.

Dari sekian umat yang diciptakan oleh Allah Swt hanya orang-orang istimewalah yang tidak akan dihisab, dalam kitab Is’adur Rofiq menyebutkan ada sejumlah orang yang bernasib baik tanpa hisab di akhirat, yaitu

فائدة: ورد في الأحاديث أن من ابتلى بذهاب بصره أو غيره من البلايا فصبر حتى يلقى الله، ومن مات بطريق مكة ذاهبا أو آيبا، وكل رحيم صبور، وطالب العلم، والمرأة المطيعة لزوجها، والبار بوالديه، والماشي في حاجة أخيه المسلم، ومن ربى صبيا يقول "لا إله إلا الله"، ومن مات ليلة الجمعة أو يومها، ومن بلي بمصيبة في بدنه أو ماله فصبر، ومن قرأ سورة القدر بعد وضوئه ثلاثا، ومن حفر بئرا بفلاة إيمانا واحتسابا، لا يحاسبون.

Pengumuman, tersebut di dalam banyak hadits bahwa orang-orang berikut ini insya Allah tidak akan dihisab di akhirat.

Mereka adalah orang yang diuji dalam bentuk kehilangan penglihatan atau ujian lainnya lalu bersabar hingga wafat, orang yang wafat di tengah jalan baik menuju Mekkah maupun sepulangnya, setiap orang penyayang lagi penyabar, perempuan yang ta’at kepada suaminya, orang yang berbakti kepada orang tuanya, orang yang berjalan untuk membantu orang lain yang sedang memiliki hajat, orang yang mendidik anak kecil mengucap “La ilaha Illallah”, orang yang wafat siang atau malam Jum’at, orang yang kena musibah pada fisiknya atau hartanya lalu bersabar, orang yang membaca surat Al-Qodar sebanyak 3 kali usai berwudhu, dan orang yang membuat sumur di tanah lapang secara ikhlas untuk kepentingan umum.

Ada sejumlah riwayat yang menerangkan tentang golongan yang masuk surga tanpa hisab. Termasuk di antaranya umat Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut dijelaskan dalam Kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim karya Imam Ibnu Katsir dengan bersandar pada riwayat Imam Bukhari.

Disebutkan, umat Nabi Muhammad SAW yang masuk surga tanpa hisab berjumlah 70 ribu.

Dari Imran bin Maisarah dari Ibnu Fadhal, dari Hushain, dari Usain bin Zaid, dari Hasyim, dari Hushain yang menuturkan dari Sa'id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas bercerita tentang Rasulullah SAW yang bersabda,

"Umat-umat diperlihatkan kepadaku lalu seorang Nabi melintas bersama umatnya, nabi lainnya melewat bersama beberapa orang, nabi lainnya melewat bersama sepuluh orang, nabi lainnya melewat bersama lima orang, dan seorang nabi melewat bersama satu orang".

Selanjutnya, aku melihat ternyata ada kerumunan orang banyak, aku bertanya, 'Wahai Jibril, apakah mereka umatku?' (Jibril menjawab), 'Bukan, tetapi lihatlah ke ufuk.'

Aku pun melihat ke ufuk, ternyata ada kerumunan orang banyak. Jibril berkata, 'Mereka itu umatmu. Jumlah mereka 70.000 yang pertama kali tidak dihisab dan diazab.'

Aku bertanya, 'Mengapa?' Jibril menjawab, 'Mereka tidak berobat dengan besi panas, tidak meminta diruqyah, tidak meramal dengan burung, dan mereka bertawakal kepada Tuhannya.'

Tiba-tiba Ukasyah bin Mihshan berdiri sambil berkata, 'Mohonkan kepada Allah agar aku menjadi bagian dari mereka.' Rasulullah SAW berdoa, 'Ya Allah, jadikanlah Ukasyah bagian dari mereka.' Selanjutnya, seseorang berdiri sambil berkata, 'Mohonkanlah kepada Allah agar menjadikanku bagian dari mereka.' Nabi SAW bersabda, "Ukasyah telah mendahuluimu.'" (HR Bukhari dan At-Tirmidzi)

Imam Muslim turut meriwayatkan hadits serupa dengan redaksi yang lebih panjang dari Sa'id bin Manshur dari Hasyim.

Dalam riwayat lain disebutkan, 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab ini masih akan bertambah. Rasulullah SAW bersabda,

لَيدْخُلَنَّ الجنةَ من أُمتِي سَبعونَ ألفًا ، لا حِسابَ عليهم و لا عذابَ ، مع كلِّ ألْفٍ سَبعونَ ألفًا

Artinya: "Sesungguhnya, pada hari kiamat, Allah akan memberiku kesempatan masuk surga tanpa hisab atas umatku sebanyak 70 ribu (dalam satu riwayat 700 ribu). Setiap orang (dalam riwayat lain seribu orang) membawa 70 ribu yang lain." (HR Ahmad)

Kemudian, dalam riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Aku memohon kepada Tuhanku 'Azza wa Jalla lalu Dia menjanjikan kepadaku akan memasukkan 70.000 dari umatku (ke surga) dalam rupa bulan pada malam purnama. Aku meminta tambahan dan Dia menambahkannya untukku dari setiap seribu sebanyak 70.000 orang. Aku berkata, 'Wahai Tuhanku, bagaimana jika umatku kaum Muhajirin tidak memenuhinya?' Allah berfirman, 'Kalau begitu, Aku akan melengkapkan untukmu dari kalangan Arab Badui.'" (HR Ahmad)

Semoga kita selamat dari golongan umat masuk neraka dan termasuk mendapatkan bagian dari doa Rasulillah seperti yang di mintakan sahabat Ukasyah masuk surga tanpa melewati hisab..

Amiin..

اللهم صل على سيدنا محمد . وعلى آل سيدنا محمد..

  • Gus Basir Ketua LBM MWC NU Jatitujuh & Pimpinan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin, Sumur Wetan Cipaku, Jatitengah, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.