Uji Terbang Sukses, Hohhot Jadi Pusat Baru Jalur Sutra Udara

ED
Sabtu, 13 Desember 2025 | 05:28 WIB
Bagikan
Uji Terbang Sukses, Hohhot Jadi Pusat Baru Jalur Sutra Udara

VISI.NEWS | HOHHOT, TIONGKOK Pada akhir November pesawat kalibrasi mendarat dengan mulus, menandai keberhasilan penyelesaian uji verifikasi di lokasi (on-site verification test flight) di Bandara Internasional Hohhot Shengle. Tonggak penting ini menunjukkan bahwa bandara 4F pertama di Mongolia Dalam telah resmi beralih dari tahap konstruksi menuju fase persiapan akhir sebelum pembukaannya.

Sebagai bandara kelas 4F pertama di Mongolia Dalam—standar tertinggi untuk bandar udara sipil—bandara ini sepenuhnya mampu melayani pesawat komersial tercanggih di dunia.

Selain itu, bandara ini berfungsi sebagai pusat penerbangan regional, lokasi pendaratan alternatif utama dalam kluster bandara Beijing-Tianjin-Hebei, pelabuhan udara internasional Kelas I, serta simpul transportasi penting dalam inisiatif nasional Tiongkok, “Belt and Road Initiative”. Perannya sangat vital dalam menghubungkan destinasi domestik dan internasional serta menjadi penghubung antara kawasan timur dan barat.

“Tempat langit dan bumi bertemu, segala sesuatu saling terhubung.” Berkat letak geografisnya yang unik, Hohhot sejak lama berperan sebagai pusat transportasi penting. Pada masa Dinasti Wei Utara, Shengle—ibukota ketika itu—menguasai jalur penting antara Dataran Tengah, padang rumput, dan gurun, sehingga perdagangan dan perjalanan berkembang pesat. Pada Dinasti Tang, Shengle juga menjadi jalur perdagangan besar yang membentang dari Baidouchuan ke wilayah Erenhot dan Manzhouli saat ini, lalu menuju Rusia dan Mongolia. Pada Dinasti Qing, Kota Guisui merupakan simpul utama di Jalur Sutra Padang Rumput.

Dari akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-20, Jalan Teh sepanjang 13.000 kilometer bermula dari Pegunungan Wuyi di Fujian, melewati Hohhot di Mongolia Dalam, lalu menuju Mongolia hingga mencapai Rusia. Di era modern, Hohhot kembali muncul sebagai pusat transportasi krusial di bawah “Belt and Road Initiative,” menghubungkan daratan Tiongkok dengan Rusia, Mongolia, dan kawasan jantung Eropa. Selama berabad-abad, pedagang dari dalam dan luar negeri berkumpul di sini, menciptakan lalu lintas perdagangan yang dinamis dan pertukaran budaya yang kaya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.