Ucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah, Ada Hukum dan Dalilnya?

ED
Rabu, 19 Juli 2023 | 04:46 WIB
Bagikan
Ucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah, Ada Hukum dan Dalilnya?

Menukil pendapat al-Wahidi, ar-Razi berkata: "kata 'aýyam' adalah jamaknya 'yaum' sedangkan makna 'yaum' adalah kadar waktu dari muncunya matahari sampai tenggelamnya matahari."

Kemudian masih menurut ar-Razi, "Allah mengungkapan kata 'aŷyam' untuk peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di waktu itu."

Lanjut beliau menjelaskan makna ayat,

إذا عرفت هذا، فالمعنى عظهم بالترغيب والترهيب والوعد والوعيد، فالترغيب والوعد أن يذكرهم ما أنعم الله عليهم وعلى من قبلهم ممن آمن بالرسل في سائر ما سلف من الأيام، والترهيب والوعيد: أن يذكرهم بأس الله وعذابه وانتقامه ممن كذب الرسل ممن سلف من الأمم فيما سلف من الأيام، مثل ما نزل بعاد وثمود وغيرهم من العذاب، ليرغبوا في الوعد فيصدقوا ويحذروا من الوعيد فيتركوا التكذيب

Artinya, "Jika engkau telah mengetahui penjelasan di atas, maka maknanya adalah peringatkan mereka dengan; ajakan dan intimidasi, janji dan ancaman. Adapun ajakan dan janji adalah dengan mengingatkan mereka tentang nikmat-nikmat Allah kepada mereka dan orang-orang sebelum mereka dari orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dari sisa-sisa waktu yang telah lalu. Sedangkan intimidasi dan ancaman adalah dengan mengingatkan mereka tentang kengerian siksaan dan balasan Allah kepada orang-orang yang telah lalu yang mendustakan Rasul-Nya dari umat-umat terdahulu di hari-hari yang telah lampau. Semisal siksaan yang diturunkan kepada kaum Ad, Tsamud dan selainnya, supaya mereka termotivasi dengan janji-janji Allah kemudian membenarkan, dan menjauhi ancaman-Nya serta meninggalkan kedustaan."

Kemudian makna firman Allah:

إن في ذلك لآيات لكل صبار شكور

Maknanya adalah sesungguhnya pada tadzkir dan tanbih yang demikian itu merupakan tanda-tanda (keesaan Allah) bagi orang yang sangat penyabar lagi banyak bersyukur. Karena kondisi; adakalanya cobaan berat atau karunia. Ini merupakan peringatan bahwasanya orang mukmin itu wajib untuk tidak mengosongkan waktunya dari satu dari dua hal tersebut, yakni bersyukur jika waktu (kejadian yang dialami) berjalan sesuai dengan keinginannya. Dan sabar jika sebaliknya. Lihat: (Fahruddin Ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, , juz XIV, halaman 65).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.