Trump: “Saya Ingin Tidak Menyerang Iran, Tapi Kadang Harus”
Ia menambahkan, “Saya pikir Presiden Trump benar-benar bersemangat untuk mencapai kesepakatan. Ia ingin solusi diplomatik, dan itulah yang sedang kami upayakan.”
Di sisi lain, Trump dalam pidatonya di Corpus Christi, Texas, kembali menegaskan bahwa pemerintahannya menghadapi keputusan besar.
“Kami memiliki keputusan yang sangat besar,” katanya. Ia menuding Iran sebagai negara yang selama puluhan tahun terlibat dalam aksi kekerasan.
“Kami ingin membuat kesepakatan yang bermakna. Saya lebih memilih melakukannya dengan cara damai,” ujar Trump, meski tetap menyebut pemerintah Iran sebagai “orang-orang yang sangat sulit dan berbahaya.”
Ketegangan juga tercermin dari langkah-langkah pengamanan yang diambil Washington. Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengizinkan staf pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Israel karena risiko keamanan. Sementara itu, kapal induk raksasa Amerika, USS Gerald R. Ford, dilaporkan telah tiba di lepas pantai Israel.
Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan mengunjungi Israel pada awal pekan depan untuk membahas isu Iran dan dinamika kawasan. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun diplomasi masih berjalan, bayang-bayang konfrontasi militer tetap membayangi hubungan Amerika Serikat dan Iran. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!