Trump Klaim AS Akan “Mengelola” Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Trump juga menegaskan kehadiran AS di Venezuela tidak akan bersifat sementara. “Kami sudah berada di sana sekarang, dan kami akan tetap tinggal sampai transisi yang tepat dapat berlangsung,” ujarnya, menandakan potensi pendudukan berkepanjangan.
Reaksi internasional pun bermunculan. Sekretaris Jenderal PBB menyatakan keprihatinan mendalam dan menyebut aksi AS sebagai preseden berbahaya bagi hukum internasional. China mengecam keras serangan tersebut, sementara Prancis menegaskan solusi krisis Venezuela tidak boleh dipaksakan dari luar.
Operasi militer ini disebut melibatkan sekitar 150 pesawat tempur dan helikopter, dengan target utama pangkalan militer dan bandara. Menurut militer AS, Maduro menyerah tanpa perlawanan dan tidak ada korban jiwa di pihak Amerika. Namun, ledakan besar, pemadaman listrik, dan aroma asap menyelimuti Caracas, meninggalkan Venezuela dalam ketidakpastian besar atas masa depan negaranya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!