Trump Klaim AS Akan “Mengelola” Venezuela Usai Maduro Ditangkap
VISI.NEWS | PALM BEACH - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela setelah menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran yang mengejutkan dunia. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah serangan udara menghantam ibu kota Caracas. Demikian dikutip dari The Straits Times, Minggu (4/1/2026)
Trump mengungkapkan bahwa pasukan khusus AS berhasil menangkap Maduro dan istrinya dalam sebuah penggerebekan kilat yang disertai pemboman di sejumlah lokasi strategis Venezuela. Serangan tersebut membuat Caracas lumpuh dan memicu kepanikan luas di tengah warga yang terbangun oleh ledakan pada dini hari.
“Kami akan menjalankannya bersama sebuah kelompok,” ujar Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida. Meski tidak merinci struktur pemerintahan baru Venezuela, Trump menyebut sejumlah pejabat kabinet AS akan ditunjuk untuk mengelola negara tersebut.
Dalam pernyataan yang mengejutkan lainnya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengerahkan pasukan darat. “Kami tidak takut menurunkan pasukan di lapangan,” katanya, mengisyaratkan kehadiran militer AS di Venezuela bisa berlangsung lama.
Trump secara terang-terangan menyebut perubahan rezim dan penguasaan sumber daya minyak Venezuela sebagai tujuan utama operasi tersebut. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS akan masuk ke Venezuela, menginvestasikan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak, dan mengekspor minyak dalam jumlah besar.
Tak lama setelah operasi, Trump mengunggah foto Maduro di media sosial Truth Social. Dalam gambar tersebut, Maduro terlihat diborgol, mengenakan penutup mata dan pelindung telinga, berada di atas kapal perang AS. Maduro dan istrinya disebut sedang dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan narkotika dan terorisme.
Sementara itu, Trump menepis dukungan terhadap pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS, Maria Corina Machado, yang menyerukan pengalihan kekuasaan. Trump menyebut Machado tidak memiliki dukungan kuat di dalam negeri, dan justru membuka peluang bekerja sama dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!