Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Klaim AS Akan “Mengelola” Venezuela Usai Maduro Ditangkap

ED
Minggu, 4 Januari 2026 | 04:47 WIB
Bagikan
Trump Klaim AS Akan “Mengelola” Venezuela Usai Maduro Ditangkap

VISI.NEWS | PALM BEACH - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela setelah menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran yang mengejutkan dunia. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah serangan udara menghantam ibu kota Caracas. Demikian dikutip dari The Straits Times, Minggu (4/1/2026)

Trump mengungkapkan bahwa pasukan khusus AS berhasil menangkap Maduro dan istrinya dalam sebuah penggerebekan kilat yang disertai pemboman di sejumlah lokasi strategis Venezuela. Serangan tersebut membuat Caracas lumpuh dan memicu kepanikan luas di tengah warga yang terbangun oleh ledakan pada dini hari.

“Kami akan menjalankannya bersama sebuah kelompok,” ujar Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida. Meski tidak merinci struktur pemerintahan baru Venezuela, Trump menyebut sejumlah pejabat kabinet AS akan ditunjuk untuk mengelola negara tersebut.

Dalam pernyataan yang mengejutkan lainnya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengerahkan pasukan darat. “Kami tidak takut menurunkan pasukan di lapangan,” katanya, mengisyaratkan kehadiran militer AS di Venezuela bisa berlangsung lama.

Trump secara terang-terangan menyebut perubahan rezim dan penguasaan sumber daya minyak Venezuela sebagai tujuan utama operasi tersebut. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS akan masuk ke Venezuela, menginvestasikan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak, dan mengekspor minyak dalam jumlah besar.

Tak lama setelah operasi, Trump mengunggah foto Maduro di media sosial Truth Social. Dalam gambar tersebut, Maduro terlihat diborgol, mengenakan penutup mata dan pelindung telinga, berada di atas kapal perang AS. Maduro dan istrinya disebut sedang dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan narkotika dan terorisme.

Sementara itu, Trump menepis dukungan terhadap pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS, Maria Corina Machado, yang menyerukan pengalihan kekuasaan. Trump menyebut Machado tidak memiliki dukungan kuat di dalam negeri, dan justru membuka peluang bekerja sama dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.

Trump juga menegaskan kehadiran AS di Venezuela tidak akan bersifat sementara. “Kami sudah berada di sana sekarang, dan kami akan tetap tinggal sampai transisi yang tepat dapat berlangsung,” ujarnya, menandakan potensi pendudukan berkepanjangan.

Reaksi internasional pun bermunculan. Sekretaris Jenderal PBB menyatakan keprihatinan mendalam dan menyebut aksi AS sebagai preseden berbahaya bagi hukum internasional. China mengecam keras serangan tersebut, sementara Prancis menegaskan solusi krisis Venezuela tidak boleh dipaksakan dari luar.

Operasi militer ini disebut melibatkan sekitar 150 pesawat tempur dan helikopter, dengan target utama pangkalan militer dan bandara. Menurut militer AS, Maduro menyerah tanpa perlawanan dan tidak ada korban jiwa di pihak Amerika. Namun, ledakan besar, pemadaman listrik, dan aroma asap menyelimuti Caracas, meninggalkan Venezuela dalam ketidakpastian besar atas masa depan negaranya.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.