Trik dan Tipuan dari Sang Iblis
Ini baru satu dari sekian banyak jenis Setan. Sebenarnya jenis setan ada banyak sekali. Tapi pada kesempatan kali ini saya lebih ingin menyinggung jenis setan yang sering menggoda para tolabul ilmi, para penimba ilmu atau bisa kita sebut Santri. Yakni setan yang berjuluk: Setan Nganan.
Mengenal lebih jauh Iblis dan Setan Nganan
Sesuai namanya Nganan yang di ambil dari akar kata kanan memiliki artian identik pada suatu perbuatan baik. Sedangkan setan atau iblis memiliki pekerjaan yang condong pada perbuatan buruk. Apakah ini bertentangan? Tidak. Karena justru kanan yang di maksud di sini adalah salah satu trik atau tipuan si setan guna menjerumuskan manusia.
Pada umumnya setan menggoda manusia dengan hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Namun setan Nganan ini berbeda, ia menjerumuskan korbannya dengan iming-iming kebaikan. Namun alih-alih mendapatkan kebaikan, justru si korban akan melenceng dari tujuan utamanya.
Terkadang si korban mendapatkan kebaikan, namun dari jalan yang di tawarkan si setan. Kendati demikian yang ia dapatkan itu bukanlah tujuan sebenarnya. Dan kebanyakan selalu berakhir dengan penyesalan si korban karena gagal menggapai kebaikan yang ia incar.
Trik Setan Nganan
Selain setan Nganan ada pula setan yang menggunakan trik konveksional dalam mengganggu tolabul ‘ilmi. Teringat cerita Ustadz ( Guru Agama) saya sewaktu Tsanawiyah dulu. Setan menggangu pencari ilmu dengan tiga cara (trik). pertama, menggunakan tepung. Tepung itu nanti ditaburkan ke muka si pencari ilmu supaya ia mengantuk lantas tertidur. Maka jika ingin menghilangkan efek tepung itu adalah dengan berwudlu.
Kedua, dengan menggunakan jarum. Konon setan akan menusuk-nusukan jarum tersebut ke pantat seorang pencari ilmu supaya ia merasa tidak betah dan segera hengkang dari majelis ilmu yang ia hadirinya.
Ketiga, adalah jurus pamungkas dan juga merupakan jurus andalan ketika cara pertama dan kedua tidak berhasil. Yaitu dengan mengalihkan pikiran atau perhatian si pencari ilmu. Sehingga fokus perhatian yang seharusnya dicurahkan pada pelajaran menjadi terganggu sebab memikirkan hal yang tidak seharusnya dipikirkan saat itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!