Triana Lestari, Dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, Terpilih dalam Program Kemitraan Dosen dan Praktisi yang diselenggarakan Ditdaya Dikti 2024

ED
Kamis, 3 Oktober 2024 | 13:50 WIB
Bagikan
Triana Lestari, Dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, Terpilih dalam Program Kemitraan Dosen dan Praktisi yang diselenggarakan Ditdaya Dikti 2024

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Triana Lestari, S.Psi., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru, berhasil menjadi salah satu peserta Program Kemitraan Dosen dan Praktisi di Sekolah dan Industri yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya (Ditdaya) Dikti tahun 2024.

Triana Lestari menjadi satu-satunya perwakilan UPI yang lolos seleksi nasional dari 316 pengusul dosen di seluruh Indonesia. Dalam kemitraan ini, Triana mengusung tema “Inovasi Pembelajaran Adaptif untuk Mewujudkan Implementasi Pendidikan Inklusif dalam Kurikulum Merdeka”.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan modul inovatif dalam mata kuliah pendidikan inklusif di perguruan tinggi yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang qualified dan mampu memenuhi kebutuhan dunia pendidikan inklusif di masa depan.

Triana bermitra dengan SDIT Daarul Huda, yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Tono Sartono, B.Sc. Tono menyampaikan rasa terima kasihnya atas terpilihnya SDIT Daarul Huda sebagai mitra dalam program ini.

"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kemitraan ini akan sangat membantu meningkatkan kompetensi guru-guru kami dalam memberikan layanan pembelajaran adaptif di sekolah dasar," ujar Tono.

SD IT Daarul Huda merupakan salah satu sekolah dasar Islam terpadu di Kabupaten Sumedang, yang dikenal dengan praktik baik dalam pengelolaan pembelajaran adaptif. Sekolah ini memiliki komitmen kuat untuk mengimplementasikan pendidikan inklusif, di mana setiap siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus, mendapatkan kesempatan belajar yang setara.

Dalam proses pembelajaran, SDIT Daarul Huda mengedepankan pendekatan yang fleksibel dan responsif terhadap perbedaan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar siswa.

Pada tahap analisis pembelajaran di kelas, Triana melihat proses pembelajaran di kelas menerapkan strategi pembelajaran adaptif yang memungkinkan guru menyesuaikan materi, metode, dan evaluasi agar sesuai dengan karakteristik unik masing-masing siswa. Selain itu, sekolah ini juga aktif dalam mengembangkan komunitas belajar yang kolaboratif.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.