Triana Lestari, Dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, Terpilih dalam Program Kemitraan Dosen dan Praktisi yang diselenggarakan Ditdaya Dikti 2024

ED
Kamis, 3 Oktober 2024 | 13:50 WIB
Bagikan
Triana Lestari, Dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, Terpilih dalam Program Kemitraan Dosen dan Praktisi yang diselenggarakan Ditdaya Dikti 2024

Keberhasilan SDIT Daarul Huda dalam upaya pengelolaan pembelajaran adaptif menjadikan sekolah ini sebagai mitra yang ideal dalam berbagai program pengembangan pendidikan, seperti kemitraan dengan dosen dan institusi pendidikan tinggi untuk inovasi pembelajaran.

Program kemitraan ini akan berlangsung selama dua bulan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang melalui pendekatan Lesson Study. Kegiatan Lesson Study ini akan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang melibatkan diskusi antara dosen dan praktisi di sekolah untuk merancang strategi pembelajaran adaptif yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah inklusi.

Implementasi dari rencana pembelajaran yang sudah disusun dalam kelas nyata. Pada tahap ini, guru dan dosen bersama-sama mengamati proses pembelajaran dan mendokumentasikan temuan lapangan. Refleksi bersama setelah pembelajaran dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dari metode pembelajaran yang diterapkan.

Pada tanggal 26-28 September 2024, Triana Lestari telah mengikuti kegiatan In-Class Training 1 yang diselenggarakan di Jakarta, pelatihan yang dirancang sebagai pembekalan konsep dasar dalam kemitraan dosen dengan praktisi dari sekolah dan industri.

Pelatihan ini mengupas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi dalam perkuliahan di perguruan tinggi, termasuk permasalahan yang umum muncul dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Salah satu fokus utama adalah pengenalan konsep dan praktik komunitas belajar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dan saling berbagi pengetahuan.

Selama pelatihan, peserta juga diharuskan mengidentifikasi mata kuliah yang sedang atau akan diampu selama program berlangsung, terutama yang memiliki keterkaitan dengan sekolah atau industri sebagai mitra. Dalam hal ini, mata kuliah pendidikan inklusif yang diusung Triana dianggap relevan karena selaras dengan tujuan program. Selain itu, tantangan perkuliahan dalam membentuk profil Pelajar Pancasila turut menjadi topik pembahasan, mengingat pentingnya aspek ini dalam mendukung kurikulum yang diusung.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.