Tren Ramadan 2024, Peminatan Kurma dan Biskuit Tingkatkan Sales Quantity F&B Hingga 50,8%
Ramadan 2024 VS Ramadan 2023 Nilai Penjualan sektor FMCG di E-commerce mencapai Rp 6,4 triliun, dengan jumlah produk terjual sebanyak 170,7 juta produk. Angka ini meningkat 25,4% jika dibandingkan bulan Ramadan di tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 5,1 triliun. Menurut Narendrata jika dibandingkan dengan tren pada bulan Ramadan tahun lalu tidak mengalami perubahan signifikan. Dimana pada tahun 2023 di sektor FMCG, kategori perawatan dan kecantikan juga menjadi kategori yang paling laris, diikuti oleh makanan & minuman, kesehatan dan ibu & bayi. “Melihat tren kategori perawatan kecantikan yang mendominasi, diiringi juga dengan peningkatan signifikan dari kategori makanan & minuman yang terlihat konsisten dari tahun lalu, ada kemungkinan akan kembali terjadi di tahun depan. Kami berharap dengan informasi ini, Top Brand FMCG akan lebih siap untuk merancang campaign di Ramadan 2025 mendatang,” ucap Narendrata. Adapun terdapat pertumbuhan pada 3 kategori jika dilihat dari jumlah produk terjual, dimana perawatan dan kecantikan mampu tumbuh 5,7% dari 73,4 juta produk terjual pada Ramadan 2023, pada Ramadan tahun 2024 berhasil mencapai 77,6 juta. Selanjutnya pada kategori ibu dan bayi mampu tumbuh 26,9%, dimana pada tahun 2023 mencatatkan 8,3 juta produk terjual dan pada tahun 2024 mampu mencapai 10,5 juta produk terjual. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh kategori makanan dan minuman yang berhasil tumbuh 27% dari 47,5 juta produk di tahun 2023 menjadi 60,3 juta produk di tahun 2024.
Lain halnya dengan kategori kesehatan, dimana pada sektor FMCG menjadi satu-satunya kategori yang mencatatkan penurunan dibanding Ramadan tahun 2023. Dimana pada saat itu jumlah produk terjualnya mencapai 27,7 juta produk terjual, namun di tahun 2024 hanya mencapai 22,3 juta produk terjual.
“Tujuan Compas.co.id terus memberikan data bagi publik, agar masyarakat semakin terbiasa untuk menggunakan data. Compas.co.id juga telah merangkum berbagai data yang dapat di download secara gratis di website Compas.co.id. Kami berharap melalui kemudahan akses yang disediakan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menggunakan informasi yang akurat dan terukur, sehingga nantinya dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan dengan data (data-driven), terutama bagi para pelaku bisnis di sektor FMCG yang harus responsif terhadap perubahan pasar. ” tutup Narendrata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!