Tren Ramadan 2024, Peminatan Kurma dan Biskuit Tingkatkan Sales Quantity F&B Hingga 50,8%
“Penelitian Compas.co.id tidak berhenti disana, kami kembali membedah jenis produk seperti apa yang paling diminati dari ketiga sub kategori tersebut melalui fitur Top Product Listing pada dashboard Compas.co.id. Hasilnya, pada sub kategori biskuit ditemukan produk wafer menjadi yang paling diminati, dimana kami menganalisa akan menjadi suguhan jelang Lebaran. Hal menarik lainnya kami temui dari sub kategori keripik dan kerupuk, produk makaroni dan bakso goreng (basreng) menjadi produk yang paling diminati, sementara dari sub kategori buah didominasi oleh Kurma. Jika melihat kembali melihat fenomena Ramadan 2024, besar kemungkinan peningkatan kedua ragam makanan yang seringkali dikonsumsi pada saat berbuka puasa ini merupakan dampak dari tren War takjil lalu,” ungkap Narendrata.
Tidak main-main, jumlah produk Kurma yang terjual pada Ramadan 2024 meningkat sebesar 459% dibandingkan Februari 2024. Dimana pada bulan suci mampu memperoleh 1,5 juta produk terjual, sementara pada Februari 2024 hanya mencapai 273 ribu produk. Kategori lainnya yang mengalami pertumbuhan adalahi perawatan & kecantikan, yang tumbuh 9,7% ke angka 77,6 juta produk terjual, dibandingkan bulan Februari hanya mencapai 70,7 juta produk. Pada kategori ibu & bayi juga tumbuh tipis 8,3% ke angka 10,5 juta, setelah pada Februari 2024 mampu menjual produk sebanyak 9,7 juta buah.
Lain halnya dengan kategori kesehatan, menjadi satu-satunya kategori di FMCG yang mengalami penurunan tipis 1,9% dari 22,7 juta produk terjual pada Februari 2024, menjadi 22,3 juta produk terjual. Berdasarkan analisa Compas.co.id, tren penurunan ini bukan pengaruh dari tren pada bulan Ramadan, melainkan penurunan sudah terjadi secara konsisten pasca pandemi. Memperkaya perspektif riset, Compas.co.id turut mengumpulkan informasi berdasarkan nilai penjualannya, dimana kategori perawatan & kecantikan berhasil mendapatkan nilai penjualan terbesar, yaitu senilai Rp 2,9 triliun, kemudian disusul oleh kategori makanan dan minuman senilai Rp 1,8 triliun, kesehatan Rp 1,01 triliun dan ibu & bayi Rp 642,9 miliar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!