TRAVEL UPDATE - Rammang-rammang, Wisata Andalan Maros
Hutan karst terletak di pesawahan. Agak janggal juga bebatuan gamping yang berdiri kokoh—konon terbentuk sejak jutaan tahun lalu—bisa berada di tengah persawahan. Kabarnya batu gamping ini awalnya berada di pinggir pantai, tetapi karena proses abrasi atau penurunan permukaan laut maka kini berada di tengah sawah. Jarak hutan karst ke pesisir pantai sekitar 1 kilometer.
Di hutan karst terdapat gua-gua kecil yang dialasi bambu sebagai jalan untuk melaluinya. Agak menyeramkan juga ketika berada di dalam gua karena cukup gelap dan pengunjung hutan karst tidak banyak. Terlebih ketika dijelaskan bahwa di atap gua terdapat gambar-gambar seperti peninggalan manusia purba, seperti gambar buaya dan ikan.
Namun secara umum karst forest menawarkan spot-spot yang menakjubkan. Menarik untuk didokumentasikan dan layak disebarkan di media sosial karena pemandangannya yang indah dan sulit ditemukan. Menjadi kebanggaan tersendiri bisa berpose dengan latar belakang karst forest. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros Ferdiansyah, objek-objek wisata di Kawasan Taman Nasional
Bantimurung Bulusaraung menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang cukup besar terhadap APBD Kabupaten Maros. “Sebenarnya kita ingin terus meningkatkan pendapatan dari sektor wisata ini agar dapat mendongkrak APBD Kabupaten Maros. Kita akan terus kembangkan, termasuk itu juga yang dipesankan oleh Mas Menteri (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno),” kata Ferdiansyah sembari menyebut sektor wisata Bantimurung kini menyumbangkan Rp9 miliar terhadap APBD Kabupaten Maros.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!