TRAVEL UPDATE - Rammang-rammang, Wisata Andalan Maros

ED
Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:07 WIB
Bagikan
TRAVEL UPDATE - Rammang-rammang, Wisata Andalan Maros

Menyusuri aliran sungai yang berkelak-kelok selama sekitar 15 menit, di tengah gunung-gunung karst yang menjulang tinggi, adalah pengalaman yang cukup mendebarkan. Apalagi di beberapa kelokan terdapat terowongan yang menembus batu karst. Mirip suasana di film-film perang.

Di sepanjang sisi aliran sungai tumbuh pohon bakau, nipah dan sebagainya. Permukaan air sungai ini kabarnya mengikuti permukaan air laut, yang tidak jauh dari kawasan tersebut. Jika permukaan air laut naik, maka naik pula permukaan air sungai. Makanya disarankan berangkat pagi dan pulang sore saat air sungai sedang pasang—untuk menghindari perahu terantuk batu karst.

Setelah menyusuri sungai dari Dermaga 1 menuju Dermaga 3 maka lokasi tujuan akan sampai. Di Dermaga 3 inilah Kampung Berua atau Desa Wisata yang terletak di pegunungan karst itu berada. Untuk mencapai Kampung Berua perlu berjalan kaki sekitar 1 kilometer dengan menyusuri jalanan kayu.

Menurut Haji Kama, tour guide yang memandu perjalanan kami, di Kampung Berua hanya tinggal 18 keluarga. Mereka hidup dengan berternak dan bercocok tanam. Selama ini mereka terisolir karena untuk membeli kebutuhan pokok ke luar kampung mereka harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Mulai dari menyewa perahu atau juga ongkos angkutnya.

Namun seiring berkembangnya pariwisata Kampung Berua di Kawasan Rammang-rammang, karena begitu menariknya pegunungan karst di kawasan itu, maka semakin banyak wisatawan yang datang. Hal ini tentunya berdampak pada kehidupan warga setempat menjadi semakin baik. Ada yang akhirnya membeli perahu untuk disewakan atau membuka warung serta keperluan wisatawan.

Haji Kama menuturkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga pernah berkunjung ke kawasan ini dan memuji keindahan Rammang-rammang. Selain itu hadir pula Rombongan Komisi X DPR RI yang ingin mengenal lebih dekat kawasan wisata Kampung Berua Rammang-rammang.

Kawasan wisata terakhir yang perlu dikunjungi adalah hutan batu gamping atau karst forest. Kawasan ini tidak jauh dari Rammang-rammang, sekitar satu kilometer. Namun keindahan karst forest tidak kalah dibanding Rammang-ramang. Untuk masuk ke kawasan ini pun sangat murah yakni hanya Rp5.000 sebagai retribusi saja.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.