Transformasi Ekonomi Hijau, Kusnadi : Pengurangan Sampah Plstik Menjadi Pokus Utama
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 6 Maret 2022 | 19:25 WIB
VISINEWS | BANDUNG - Transformasi ekonomi hijau menjadi pembahasan utama dalam G20 yang digelar di DKI Jakarta dan Bandung Jawa Barat (Jabar), ekonomi hijau ditekankan pada pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai.
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Haji Kusnadi, Indonesia menargetkan untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70 persen di tahun 2025 mendatang, namun sampah plastik konsumsi minuman air kemasan justru menjadi ancaman.
"Keberadaan sampah plastik konsumsi air minum kemasan justru menjadi ancaman terhadap komitmen tersebut, pasalnya berbanding terbalik dengan hierarki utama penanganan sampah plastik," katanya.
Dalam konteks ekonomi hijau dalam penyelenggaraan G20, lanjut Kusnadi, Indonesia tidak hanya sekadar sebagai ketua presidensial namun menjadi pemimpin guna menentukan arah ekonomi global terutama ekonomi hijau.
"Arah global menuju ekonomi hijau tersebut sudah bukan hanya menjadi pilihan. Melainkan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh negara anggota G20, termasuk Indonesia," ujarnya.
Selain itu, Bendahara Fraksi Golkar ini mengungkapkan, diketahui sampah dunia saat ini telah mencapai 3 miliar ton, dan hanya sepertiganya yang berhasil diolah, sementara pada tahun 2021 jumlah sampah di Indonesia mencapai 70 juta ton dan trennya akan terus naik.
"Konsep penanganan sampah adalah mengurangi sampah, maka terutama produsen diharapkan dapat membantu masyarakat dengan produk yang bisa mengurangi timbulan sampah," ungkap Kusnadi.
Terakhir, pada konteks penanganan sampah air minum dengan galon sekali pakai sangat tidak dianjurkan, pasalnya sangat bertentangan dengan prioritas penanganan sampah berbasis mengurangi dan membatasi penggunaan sampah plastik.
"Kebijakan yang mendorong air minum kemasan galon sekali pakai harusnya dipertimbangkan kembali. Kita tidak dukung yang sekali pakai, usahakan yang bisa digunakan kembali," pungkasnya. @eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!