Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Transaksi Kripto Indonesia Naik Didominasi PEPE dan Bitcoin hingga Nasib Pasar Kripto

ED
Minggu, 1 September 2024 | 17:55 WIB
Bagikan
Transaksi Kripto Indonesia Naik Didominasi PEPE dan Bitcoin hingga Nasib Pasar Kripto

Arus masuk pasar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang mencapai total US$202,6 juta pada Selasa (27/8/2024) juga sempat mendorong harga Bitcoin ke level tertinggi harian US$63.236.

Namun, aksi jual segera mengikuti, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Dampak Inflasi dan Kebijakan Suku Bunga The Fed Faktor lain yang turut mempengaruhi harga Bitcoin adalah inflasi dan data pengeluaran pribadi di AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2024 dapat meningkatkan permintaan Bitcoin, tetapi inflasi yang tinggi dan peningkatan pengeluaran pribadi dapat meredam harapan pemangkasan suku bunga pada September, yang pada gilirannya bisa berdampak negatif pada harga Bitcoin.

Data dari FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin dan 50 basis poin masing-masing sebesar 65,5% dan 34,5%. Menurut Fyqieh, keputusan The Fed ini akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang. Jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga, harga Bitcoin bisa jatuh hingga ke level US$55.000, memberikan tekanan tambahan pada pasar.

"Sentimen pasar secara keseluruhan dalam jangka pendek masih tetap bearish, dengan banyak trader yang mengambil posisi short pada Bitcoin. September biasanya menjadi bulan yang menantang bagi Bitcoin, dengan data historis menunjukkan bahwa harga cenderung turun rata-rata 5,64% dalam periode 2013-2022. Namun, pada September 2023, Bitcoin berhasil mencatat kinerja positif, yang merupakan pertama kali sejak 2016, memberikan sedikit optimisme di tengah pasar yang bearish," terang Fyqieh.

Potensi Lonjakan September-Oktober 2024

Fyqieh menjelaskan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi yang dikenal sebagai "ReAccumulation Range."

Berdasarkan pola historis, fase ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan sebelum terjadi lonjakan harga yang signifikan. Jika pola ini terulang, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga pada Oktober 2024, seiring dengan reaksi pasar pasca-halving.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.