"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026

Tragedi Kanjuruhan, MUI Ajak Cari Solusi Evaluatif dan Keberadaban

ED
Selasa, 4 Oktober 2022 | 07:50 WIB
Bagikan
Tragedi Kanjuruhan, MUI Ajak Cari Solusi Evaluatif dan Keberadaban

VISI.NEWS | JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak semua pihak untuk mencari solusi evaluatif dan keberadaban pascatragedi Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Peristiwa pecahnya kerusuhan pascapertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut, menelan lebih dari 120 korban jiwa, sekaligus menjadi torehan sejarah kelam dunia persepakbolaan Indonesia.

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Wasekjend MUI), KH. Arif Fahrudin menyampaikan, seyogianya olahraga mampu membawa harapan untuk mengangkat harkat martabat negara, jangan sampai terjadi jatuhnya korban luka apalagi merenggut nyawa.

“Dalam Islam, menjaga nyawa adalah misi agama yang beriringan dengan menjaga agama. Hilangnya satu nyawa sama dengan hilang seluruhnya,” kata Kiai Arif, Senin 3 Oktober 2022, seperti dilansir laman MUIDigital.

Menurut Kiai Arif, sepak bola seharusnya menjadi ajang unjuk prestasi bagi anak bangsa. Akan tetapi, hal ini urung terjadi dalam tragedi Kanjuruhan kemarin, yang justru banyak menelan korban nyawa melebihi peristiwa di Hillsborough Inggris pada tahun 1989.

Di samping itu, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, seolah mempertontonkan aib akhlak anak bangsa sendiri ke muka dunia. Semua kalangan melihat dan menyampaikan keprihatinan serta duka atas tragedi tersebut.

“Jangan sampai terulang kembali tragedi serupa, walau satu korban nyawa. Kami meminta semua pihak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyelenggaraan pertandingan olah raga. Apalagi yang melibatkan partisipasi massal dengan mengedepankan pemuliaan akhlak publik dan edukasi regulasi,” tegasnya

Solusi evaluatif dan keberadaban, lanjut Wasekjed MUI, merupakan ikhtiar agar ajang olah raga semakin menjadi ajang penguatan kualitas mental dan fisik bangsa.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.