TPA Overload, Tangsel Darurat Sampah: Dari Penutupan Cipeucang hingga Opsi Listrik dari Limbah

ED
Jumat, 19 Desember 2025 | 11:04 WIB
Bagikan
TPA Overload, Tangsel Darurat Sampah: Dari Penutupan Cipeucang hingga Opsi Listrik dari Limbah

VISI.NEWS | TAPANULI SELATAN – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki fase krusial. Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang akibat kelebihan kapasitas membuat tumpukan sampah menggunung di sejumlah ruas jalan, memicu keluhan warga dan sorotan pemerintah pusat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai persoalan utama berasal dari ketimpangan antara kapasitas TPA dan volume sampah harian. Produksi sampah di Tangsel disebut telah jauh melampaui daya tampung TPA Cipeucang.

“Ya memang, TPA Cipeucang ini sudah tidak bisa menampung sampah yang ada di Tangerang Selatan,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Dewi menjelaskan, kapasitas maksimal TPA Cipeucang hanya sekitar 400 ton per hari. Sementara itu, produksi sampah Tangsel mencapai sedikitnya 800 ton per hari, bahkan bisa menembus lebih dari 1.000 ton per hari.

Penutupan TPA Cipeucang pun tak terelakkan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah darurat dan jangka menengah, termasuk rencana pembangunan landfill baru dan penataan landfill eksisting dengan sistem terasering.

Menurut Dewi, idealnya aliran sampah dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Namun, kapasitas fasilitas tersebut belum memadai untuk menampung lonjakan volume sampah.

“Jadi Pemerintah Kota Tangsel sekarang sedang berupaya untuk mempercepat proses penambahan landfill baru dan penataan teraseringnya,” imbuh Dewi.

Kementerian PU saat ini juga membantu melakukan indeks risiko terhadap TPA Cipeucang. Langkah tersebut dilakukan menyusul permintaan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) agar lokasi tersebut ditutup karena berisiko terhadap lingkungan dan keselamatan.

Di tengah kondisi darurat ini, muncul opsi jangka panjang berupa pengolahan sampah menjadi energi. Kota Tangsel diusulkan masuk dalam program waste to energy yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Tangerang Selatan ini masih di dalam tahap evaluasi, termasuk untuk menentukan titik lokasi untuk proyek waste to energy-nya,” pungkas Dewi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangsel melakukan penanganan cepat di lapangan untuk meminimalisir dampak langsung ke masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menutup tumpukan sampah dengan terpal dan melakukan penyemprotan cairan ramah lingkungan di sejumlah titik rawan, seperti di bawah flyover Ciputat dan sekitar Puskesmas Serpong.

“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi,” kata Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, Senin (15/12/2025).

Bani menegaskan, langkah tersebut bersifat sementara sembari menunggu solusi struktural berjalan. Petugas juga disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” ucapnya.

Pemkot Tangsel juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah dan mendukung penataan TPA Cipeucang, termasuk penataan Landfill 3 dengan metode terasering, pembangunan beronjong, pembukaan akses menuju Landfill 4, serta pembebasan lahan untuk Material Recovery Facility (MRF).

“Kami mohon dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap dan berkelanjungan,” tutur Bani. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.