Tolak Tawaran Dedi Mulyadi, Ayah dan Anak Memilih Bertahan di Kolong Rumah Sungai Cikapundung
“Lumpat kaitu (lari ke arah sumur),” jawab si ayah santai.
Menolak Pindah, Bertahan dengan Kebiasaan
Melihat kondisi tersebut, Dedi menawarkan bantuan agar mereka bisa pindah ke tempat yang lebih layak. Namun, tawaran itu ditolak dengan alasan mereka tak memiliki uang.
Tak menyerah, mantan Bupati Purwakarta itu pun menawarkan biaya kontrakan selama musim hujan. Namun, lagi-lagi si ayah menolak.
Menurutnya, air sungai selama ini hanya naik setinggi betisnya, dan ia sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Baginya, yang lebih penting adalah bantuan untuk memperbaiki bagian depan rumah dengan tembok pengaman agar lebih kuat menghadapi banjir.
Dedi akhirnya menyerahkan sejumlah uang agar rumah kecil itu bisa sedikit diperbaiki. Bukan demi kenyamanan, tetapi setidaknya agar tempat tinggal mereka tak hanyut saat air sungai meluap.
Ironisnya, pemandangan rumah-rumah sederhana yang bertahan di tepi Cikapundung ini begitu kontras dengan kawasan Braga yang berada tak jauh dari sana ikon pariwisata Kota Bandung yang penuh dengan gemerlap dan hiruk-pikuk wisatawan. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!