Tokoh Baleendah : Kenapa Kapal Keruk di Citarum Tak Difungsikan Lagi ?

ED
Senin, 15 Januari 2024 | 15:19 WIB
Bagikan
Tokoh Baleendah : Kenapa Kapal Keruk di Citarum Tak Difungsikan Lagi ?

VISI.NEWS | BALEENDAH - Salah satu tokoh pendidik di Baleendah kembali mempertanyakan tidak difungsinyakan lagi kapal keruk yang mengakibatkan banjir di cekungan Bandung ini semakin meluas.

"Saya ini lahir dan besar di Baleendah dan Dayeuhkolot, dulu waktu kapal keruk rajin difungsikan banjir relatif terkendali karena kadalaman sungai bisa terjaga, sekarang sungai semakin dangkal, pantas kalau banjir makin meluas," ujar mantan Kepsek SMKN 7 Baleendah yang sekarang duduk di Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung kepada VISI.NEWS, Senin (15/1/2024).

Suhendar mengatakan, Sungai Citarum harus ditangani secara komprehensif tidak parsial seperti sekarang ini. "Ini kan sayang uang triliunan seperti hanyut di Sungai Citarum. Beragam upaya pelurusan sungai, pembuatan embung atau exbow, tidak membuat banjir berkurang karena sungainya sendiri tidak pernah dikeruk," ungkapnya.

H. Suhendar mengungkapkan kekhawatirannya terkait peningkatan luasnya banjir di daerah tersebut. Ia menanyakan alasan tidak difungsikannya kapal keruk yang sebelumnya digunakan untuk membersihkan Sungai Citarum.

"Kami ingin tahu kenapa kapal keruk yang biasa digunakan untuk pembersihan sungai ini tidak lagi difungsikan. Akibatnya, banjir semakin meluas, merugikan banyak warga di sekitar Sungai Citarum."

Dia menyoroti pentingnya peran kapal keruk dalam menjaga aliran sungai agar tetap lancar, serta mengurangi risiko banjir. Suhendar menegaskan perlunya keterlibatan pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengatasi masalah ini guna melindungi masyarakat setempat dari dampak banjir yang terus meningkat.

Kota Terpadu

Konsep untuk penanganan komprehensif banjir akibat luapan Sungai Citarum permah diperesentasikan oleh kumpulan alumni ITB tahun 1979 yang diwakili oleh Ir. Siswanda kepada Luhut Binsar Pasaribu (LBP) saat meninjau proyek-proyek Citarum di Kabupaten Bandung.

Pada saat itu, Siswanda mempresentasikan kota air sebagai kota masa depan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. "Kita sudah buat konsep kota air terpadu seperti di Venesia, Italia. Bahkan dikoneksikan ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung. Jadi mereka yang tinggal di kota air ini kalau mau kerja ke Jakarta mudah aksesnya bisa naik kereta cepat," ujarnya.

Hanya, kata Kang Sis, pemerintah pusat pada saat itu belum merespon karena dananya yang cukup besar.

@mpa/asa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.