Tokocrypto Jadi Anggota Bursa Kripto hingga Alasan Harga Bitcoin Stagnan Pasca-Halving
Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan siklus halving pada tahun ini akan sedikit berbeda dibandingkan peristiwa sebelumnya. Sejauh ini, sudah terjadi empat kali halving Bitcoin, pada tanggal 20 April, sebelumnya terjadi pada 11 Mei 2020, 9 Juli 2016 dan 28 November 2012.
Halving kali ini mengakibatkan penurunan imbalan penambangan Bitcoin sebesar 50%, dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC. Akibatnya, jumlah Bitcoin yang beredar semakin langka sehingga menyebabkan lonjakan permintaan di kalangan investor. Hal ini terutama karena persediaan Bitcoin terbatas, dengan hanya maksimal 21 juta koin yang beredar selamanya.
"Pergerakan harga Bitcoin akan sedikit berbeda setelah halving tahun ini, karena BTC telah mengalami lonjakan yang cukup besar, dan bahkan mencapai rekor tertinggi baru sebelum halving itu sendiri. Oleh karena itu, seluruh siklus harga yang biasanya mengelilingi peristiwa ini tampaknya menjadi lebih terkompresi," ungkap Fyqieh.
Bitcoin Halving
Alasan utama lainnya mengapa halving Bitcoin ini belum menyebabkan lonjakan harga yang tinggi, adalah karena The Fed atau Federal Reserve AS belum memberikan sinyal kuat untuk penurunan suku bunga.
Melihat kenaikan harga pasca halving pada tahun 2020, saat itu The Fed memiliki kebijakan moneter yang cukup longgar dengan suku bunga pada saat itu relatif rendah.
"Stagnansi harga Bitcoin setelah halving bisa dianggap sebagai fenomena yang wajar. Banyak yang mengharapkan kenaikan harga yang signifikan setelah halving, padahal efek dari halving ini sebenarnya dirasakan dalam 2-4 bulan setelahnya. Bagi yang masih ragu atau tidak yakin dengan arah pergerakan harga Bitcoin, bisa memilih menggunakan teknik Dollar Cost Averaging (DCA), mengingat ketidakpastian di pasar akhir-akhir ini yang bisa saja Bitcoin berpotensi bullish atau bearish," tuturnya.
Fyqieh memperkirakan harga maksimum Bitcoin yang masih memiliki peluang untuk dicapai oleh Bitcoin hingga akhir tahun ini adalah sekitar US$100.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!