Tokocrypto Jadi Anggota Bursa Kripto hingga Alasan Harga Bitcoin Stagnan Pasca-Halving
Performa luar biasa di awal 2024 didukung oleh berbagai perkembangan positif dalam dunia kripto, termasuk optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan halving. Yudho optimis dalam meningkatkan volume transaksi perdagangan untuk mencapai US$12 miliar (sekitar Rp 194 triliun) dan menggandakan jumlah pengguna menjadi 6 juta pengguna pada 2024.
"Pertumbuhan pengguna di Tokocrypto mencerminkan tren global yang menunjukkan minat yang meningkat dalam investasi kripto. Selain itu, adaptasi yang semakin meningkat dari investor Indonesia menunjukkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menjadi lebih inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat," jelas Yudho.
Lebih lanjut, Yudho menjelaskan bahwa Tokocrypto akan terus berinovasi dan menyajikan produk dan layanan terbaik bagi para pengguna. "Kami berkomitmen untuk menjadi platform perdagangan aset kripto nomor satu di Indonesia dan berkontribusi pada pengembangan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan," pungkasnya.
2. Pergerakan Harga Bitcoin Stagnan Pasca-halving, Kenapa?
Pergerakan Bitcoin (BTC) telah menghabiskan satu bulan dalam kisaran harga US$12.000 sejak Maret. Periode ini mencakup lonjakan singkat ke rekor tertinggi baru di US$73.680, diikuti dengan penurunan cepat ke level terendah US$59.630. Hal ini menunjukkan keraguan di kalangan trader dan investor mengenai arah pasar selanjutnya, terlebih setelah Bitcoin halving tidak ada perubahan signifikan.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa selama pekan ini pasca halving pada 20 April lalu, Bitcoin masih dalam tekanan dan sentimen negatif. Beberapa faktor berkontribusi terhadap kinerja negatif ini, termasuk antisipasi laporan pendapatan kuartal perusahaan teknologi di Amerika Serikat hingga konflik Israel-Iran.
"Kinerja negatif Bitcoin pada pekan ini dapat dikaitkan, dengan ketakutan akan koreksi pasar saham AS, meningkatnya krisis di Timur Tengah, dan berkurangnya kepercayaan terhadap perekonomian China. Selain itu, tingkat pendanaan yang berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya tahun ini, tepat sebelum peristiwa halving baru-baru ini. Tingkat pendanaan negatif menunjukkan bahwa sentimen pasar telah berubah ke arah bearish ketika posisi short lebih besar daripada posisi long," jelas Fyqieh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!