Tim Keamanan Nasional Trump Lobi Kongres untuk Dukung Perang Iran, Isu Pendanaan dan Kewenangan Jadi Sorotan

ED
Rabu, 4 Maret 2026 | 09:04 WIB
Bagikan
Tim Keamanan Nasional Trump Lobi Kongres untuk Dukung Perang Iran, Isu Pendanaan dan Kewenangan Jadi Sorotan

“Apakah kita kini mendelegasikan keputusan paling sakral yang dapat dibuat dalam masyarakat kita, yakni keputusan untuk berperang, kepada negara lain?” ujarnya.

Isu pendanaan menjadi babak berikutnya dalam perdebatan. Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, John Thune, serta Ketua DPR Mike Johnson, menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah diperlukan rancangan undang-undang tambahan guna membiayai operasi militer. Johnson mengakui bahwa topik tersebut telah dibahas dalam pertemuan sebelumnya dengan pimpinan Kongres.

“Masih ada detail yang harus ditentukan, berapa lama operasi ini berlangsung dan apa kebutuhannya,” katanya kepada wartawan.

Namun jika pemerintah mengajukan permintaan dana tambahan, perlawanan keras diperkirakan datang dari Demokrat. Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menegaskan bahwa presiden seharusnya lebih dulu memperoleh persetujuan Kongres sebelum meminta alokasi anggaran perang.

“Ada ketentuan dalam Konstitusi bahwa anggota Kongreslah yang membuat keputusan apakah kita akan terlibat dalam konflik bersenjata seperti ini, dan itulah inti resolusi pekan ini,” ujarnya dalam konferensi pers.

Senat dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Rabu, disusul DPR pada Kamis, terkait resolusi kewenangan perang yang bertujuan membatasi Trump melanjutkan serangan terhadap Iran tanpa otorisasi legislatif. Meski Demokrat diperkirakan solid mendukung langkah tersebut, peluang resolusi untuk bertahan dari veto presiden dinilai kecil karena memerlukan dukungan dua pertiga suara di kedua kamar.

Dengan lobi intensif yang dilakukan tim keamanan nasional, Gedung Putih berupaya memastikan dukungan politik tetap terjaga di tengah pertanyaan mendasar mengenai legalitas, legitimasi, dan biaya perang. Perdebatan ini kembali membuka diskusi panjang di Washington tentang batas kewenangan presiden dalam membawa Amerika Serikat ke medan konflik bersenjata. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.