Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Tim Gowes VISI.NEWS Menyusuri Jejak Islam Tertua di Solo

ED
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:33 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | SOLO Perjalanan tersebut bukan sekadar olahraga bersepeda jarak jauh, melainkan sebuah ikhtiar mengenali kembali akar sejarah yang telah membentuk identitas masyarakat Nusantara. Semangat kegiatan ini sejalan dengan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang terkenal dengan ungkapan "Jas Merah" atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Sebab, dari sejarah manusia dapat belajar memahami asal-usul, nilai perjuangan, dan jati diri yang sesungguhnya.

Destinasi pertama yang dikunjungi Tim Gowes VISI.NEWS adalah Masjid Laweyan yang berlokasi di Jalan Liris No. 1, Belukan, Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Masjid yang berada di kawasan perkampungan tersebut tampak berdiri kokoh dan masih mempertahankan bentuk aslinya. Di sekitar kompleks masjid suasana kampung masih terasa kental, lengkap dengan warung-warung sederhana yang menjadi bagian kehidupan masyarakat setempat.

Menurut anggota Tim Gowes VISI.NEWS, Edi Sudjono, berdasarkan sejarah lisan yang berkembang di masyarakat, Masjid Laweyan diperkirakan berdiri pada tahun 1546 dan diyakini sebagai masjid tertua di wilayah Surakarta. "Keberadaan masjid ini bahkan disebut lebih tua dibandingkan sejumlah bangunan keagamaan penting yang kemudian muncul pada masa Kerajaan Mataram Islam dan Kasunanan Surakarta, " ungkapnya.

Sejarah Masjid Laweyan tidak dapat dilepaskan dari tokoh-tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Sebelum berfungsi sebagai masjid, lokasi tersebut dipercaya merupakan sebuah panggung atau tempat pemujaan agama Hindu-Jawa yang berada di bawah pengaruh Ki Ageng Beluk. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, terjadi pertemuan antara Ki Ageng Beluk dengan Ki Ageng Henis, seorang tokoh yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.