Tiga Mahasiswa Unisba Inovasi Gelato untuk Mencegah Stunting
VISI.NEWS | BANDUNG - Bermula dari masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Islam Bandung (Unisba), di Fakultas Fikom menghimbau setiap mahasiswa baru diharuskan membentuk kelompok untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan mengajukan proposal.
Sang penggagas memilih PKM di bidang kewirausahaan. Isu stunting yang sedang digencarkan oleh pemerintah kemudian bagaimana caranya mengenalkan sayur dan buah kepada anak melalui produk es krim yang mereka sukai menjadi latar belakang sang penggagas. Pengajuan proposal dengan judul “Gelato Sano: Inovasi Olahan Sayuran dan Buah-buahan untuk Mencegah Stunting pada Anak di Kota Bandung” lolos pendanaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) . Sayangnya, sang penggagas tidak bisa melanjutkan projek kewirausahaan ini karena satu dan lain hal.

Pada akhirnya, projek kewirausahaan ini akan tetap dilanjutkan dengan ditawarkan kepada 3 mahasiswa lainnya, yaitu Indri Silfiani (Fikom 2021) sebagai ketua yang beranggotakan Muhammad Fadhli (Fikom 2020) dan Anggita Dewi (Fikom 2021).
Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak dan kandungan ibu hamil yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, salah satunya protein. Protein dibagi menjadi dua yaitu nabati dan hewani. Ketiga mahasiswa Unisba ini sepakat untuk mengambil protein nabati pada sayur dan buah untuk bahan baku dari Gelato Sano. Gelato sendiri merupakan produk sehat terdiri dari bahan alami, aman dan tanpa pengawet sedangkan Sano berarti sehat.
“Zero New Stunting” adalah program Gubernur Jawa Barat dalam mendukung program nasional untuk menurunkan prevalensi tengkes (stunting) khususnya di Jawa Barat.
Sejalan dengan program pemerintah, ketiga mahasiswa ini memilih daerah Cibeunying Kidul, Jatihandap dan Astanaanyar sebagai objek pencegahan stunting dengan produk Gelato Sano yang mereka tawarkan. Sasaran yang mereka targetkan adalah balita berumur 6-24 bulan dan ibu hamil yang sedang mengandung di trimester 2-3.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!