Tiga Legenda PERSIB Kembali ke Stadion Si Jalak Harupat: Kenangan dan Kebanggaan yang Tak Terlupakan
VISI.NEWS | BANDUNG - Suasana Stadion Si Jalak Harupat diwarnai oleh kehadiran tiga legenda hidup PERSIB Bandung, Adeng Hudaya, Dede Rosadi, dan Kosasih, pada malam pembukaan Liga 1 2024/2025. Para pemain yang berjaya di era 1980-an hingga 1990-an ini kembali ke stadion bukan untuk berlaga, melainkan untuk memberikan dukungan penuh kepada tim yang pernah mereka besarkan.
Di tengah gemuruh semangat Bobotoh yang memenuhi tribun, ketiga legenda ini berbaur di tribun VIP Utama, menonton langsung pertandingan PERSIB melawan PSBS Biak. Momen ini menjadi sangat emosional bagi mereka, terutama setelah puluhan tahun absen dari suasana stadion yang pernah menjadi saksi bisu kejayaan mereka.
Baca juga : Bojan Hodak Puas, PERSIB Taklukkan PSBS Biak dengan Skor 4-1 di Laga Pembuka Liga 1 2024/2025Sebelum pertandingan dimulai, Adeng, Dede, dan Kosasih disambut hangat oleh manajemen PERSIB, termasuk Interim Sporting Director PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, Commercial Director Sandhy Tantra, dan Vice President of Operational Andang Ruhiat. Mereka juga sempat berbincang akrab dengan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, yang menghampiri mereka di tribun.
Dalam perbincangan santai dengan PERSIB.co.id, ketiga legenda ini mengaku sangat terkesan dengan pengalaman mereka kembali ke stadion. Adeng Hudaya, yang pernah mengangkat trofi juara Kompetisi Perserikatan 1986 dan 1989/1990, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. "Hati saya berbunga-bunga dan teringat bahwa dulu saya yang di situ (bermain di lapangan)," ujarnya dengan mata berbinar. "Terus terang, kaki saya geregetan ingin ikut bermain," tambah mantan kapten PERSIB ini dengan senyum lebar.
Kosasih, yang mengaku sudah 30 tahun tak menginjakkan kaki di stadion, merasa sangat terharu dengan antusiasme Bobotoh dan para pemain PERSIB. "Jujur, melihat dan merasakan atmosfer di stadion, rasanya saya ingin muda lagi," kata Kosasih yang kini aktif melatih pemain usia dini.
Dede Rosadi pun tak kalah antusias. Ia merasa sangat terhormat diundang kembali ke stadion untuk menyaksikan langsung PERSIB bertanding. "Senang bisa bernostalgia merasakan kembali sensasi dan suasana di stadion seperti dulu," tambahnya dengan nada penuh kebanggaan.
Malam itu, bagi Adeng, Dede, dan Kosasih, bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan sebuah perjalanan kembali ke masa lalu yang penuh dengan kenangan manis. Kebanggaan sebagai bagian dari sejarah besar PERSIB masih terasa kental, dan kehadiran mereka di stadion menjadi bukti bahwa cinta kepada klub kebanggaan ini tak pernah pudar.*** @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!